Lawatan Swaraguna : Kunjungan Ke Kementrian Komunikasi dan Multimedia Malaysia.(2)


Lawatan Swaraguna : Kunjungan Ke Kementrian Komunikasi dan Multimedia Malaysia.(2)

Swaraguna - Setelah rehat semalam di hotel Klagan, semua anggota delegasi Indonesia sudah tampak segar, semua kepenatan akibat penerbangan yang panjang terasa sirna. Pukul 08.00 waktu Kinabalu perwakilan dari Indonesia sudah bersiap untuk melaksanakan lawatan ke Konsulat Jendral Repulik Indonesia di negeri Sabah. Transportasi yang di gunakan untuk membawa para delegasi ini sudah berganti menjadi bis berkaroseri scania dan bernama sabariah express dengan susunan kursi 2-1.    

Pertemuan dengan Consul General Akhmad DH. Irfan
 Di Konsulat Jendral Republik Indonesia, delegasi Indonesia di terima langsung oleh Consul General Akhmad DH. Irfan. Beliau menjelaskan bahwa total penduduk Sabah saat ini berkisar di angka 2.5juta jiwa termasuk 500 ribu Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di sani. Sebagian besar mata pencaharian penduduk Indonesia adalah pekerja di perkebuna sawit. Untuk masalah politik, saat ini masih ada 10 titik perbatasan antara Indonesia dan sabah yang belum di sepakati dan masih terjadi tarik ulur. "Kalau masalah politik di sini tidak berpengaruh kepada masyarakatnya, panasnya hanya di media saja, masyarakat Indonesia di sini dengan masyarakat Malaysia dingin-dingin saja" tambahnya. Dalam kesempatan kali ini, kepada Swaraguna Consul General Akhmad DH. Irfan mengungkapkan bahwa negeri Sabah ini sangat ingin menjalin kerjasama dengan kota Surabaya dalam bentuk Sister City sebagaimana yang telah di lakukan kota pahlawan itu dengan negara lainnya, tetapi entah mengapa hal ini sangat lama untuk bisa tercapai.

Bapak Semalatta Sembiring selaku pimpinan delegasi Indonesia menjelaskan bahwa kunjungan delegasi Indonesia ini adalah untuk menjajaki adanya kerjasama serta mempererat hubungan baik antara 3 negara Indonesia, Malaysia dan Brunai Darussalam. Kedepan juga akan di jajaki kerjasama dengan Thailand dan Vietnam, hanya saja saat ini masih terkendala dalam masalah bahasa. "Tim yang saya bawa kali ini beranggotakan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM),yang dulunya di sebut Kelompencapir (Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa)" jelasnya. Lawatan kali ini juga merupakan agenda dari MOU (Memorandum Of Understanding ) yang di gagas sejak 15 tahun yang lalu. "KIM adalah kegiatan yang di lakukan secara swadaya dan mandiri oleh masyarakat , tidak ada dana dari APBN yang di anggarkan" ungkap Selamatta Sembiring.

Selepas dari Konsulat Jendral Republik Indonesia, delegasi Indonesia langsung bergerak menuju ke kantor Kementrian Komunikasi dan Multimedia Malaysia (KKMM). Perjalanan ke Kementrian Malaysia ini memakan waktu hingga 1 jam. Dari dalam bis terlihat bahwa negeri Sabah ini sedang giat membangun, banyak proyek-proyek pembangunan yang sedang di kerjakan. Yang cukup di acungi jempol adalah, bahwa selama perjalanan kami tidak menemukan jalanan aspal yang berlubang atau bekas tambal sulam layaknya di Indonesia. Saat kami melawat, Negeri Sabah sedang di landa musim panas. "Sudah satu bulan lebih tiada turun hujan di sini, kalau kau tengok rumput-rumput yang kami punya warnanyapun sudah menguning" jelas Mrs Diana, salah satu pejabat di kementrian.

Pertemuan di Kementrian Komunikasi dan Multimedia Malaysia (KKMM)
Memasuki gedung Kementrian Komunikasi dan Multimedia Malaysia ini tidak seperti memasuki gedung pemerintah di Indonesia. Gedung yang memiliki 5 aras* ini terbilang sangat minim akan pegawai, sehingga terlihat sangat sepi. Di lantai 3 kami di sambut oleh Timbalan Pengarah Penerangan Negeri Sabah Yunus bin hj Saprin. Dalam taklimatnya* beliau mengucapkan selamat datang kepada delegasi KIM Indonesia yang di pimpin oleh bapak Selamatta Sembiring dan delegasi MPMK (Majelis Perundingan Mukim dan Kampung) Brunai Darussalam yang di pimpin oleh Awang Muhammad Khairulhadi Muhammad. Yunus Hj Saprin menjelaskan bahwa KIM di malaysia di sebut K1M (Komuniti 1 Malaysia), di sebut komuniti karena anggota dari K1M ini adalah kelompok masyarakat yang bergerang di bidang usaha yang sama dengan tujuan untuk mensejahtarakan kelompoknya. Setiap tahunnya K1M ini mendapatkan dana yang cukup besar dari kerajaan Malaysia, sekitar RM 5000/tahunnya. dana tersebut bisa di gunakan untuk membiayai semua kegiatan anggotanya.

Di kantor KKMM ini juga kami di ajak untuk mengunjungi Studio Televisi Malaysia TV1, Radio Sabah serta Agen Berita Nasional Malaysia Bernama. Di Radio Sabah para ketua delegasi melakukan interview secara langsung mengenai tujuan dari lawatannya masing-masing. Sedangkan di Benama KIM Swaraguna memperoleh penilaian positif, karena telah mempunyai media online www.swaraguna.com , meskipun lingkupnya masih terbilang kecil. (Yanuar Yudha) (Photo:Affan PH)

aras*              : lantai
taklimatnya* : Pidato

Other Photo
Kunjungan ke News Agency Malaysia Bernama

Kunjungan ke Televisi Nasional Malaysia (TV1)

Kunjungan ke Radio Sabah


Related Post :

 


Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar