Lawatan Swaraguna : Malam Perpisahan Yang Memberatkan Hati (4-habis)

Lawatan Swaraguna : Malam Perpisahan Yang Memberatkan Hati (4)

Swaraguna - Rasanya belum puas para delegasi dari Indonesia dan Malaysia menikmati hawa sejuk yang di berikan oleh gunung Kinabalu, tetapi jadwal yang padat mengharuskan kita untuk segera beranjak dari tempat ini. Tepat pukul 09.00 waktu Kuala Lumpur semua rombongan sudah sampai ke lokasi K1M Sinisian. Komunitas yang berada di kaki Gunung ini bergerak di bidang penginapan/homestay. Bisnis homestay yang K1M lakukan ini bermula sejak tahun 2000 di mulai dengan hanya 2 rumah saja. Diperlukan kerja keras untuk meyakinkan masyarakat agar banyak yang bergabung dengan bisnis homestay ini. Salah satunya dengan mengajak mereka study banding ke tempat yang memiliki bisnis serupa. Setelah tahun 2004 barulah Homestay ini bisa maju seperti sekarang dan mampu mensejahterakan kelompoknya.

Anggota delegasi mendapatkan penjelasan tentang mengelola homestay
 Homestay ini di jalankan dengan sistem satu manajemen, sehingga setiap tamu yang datang akan disalurkan secara merata ke setiap rumah. Selain dari pelancong lokal, banyak pelancong dari luar negeri yang menginap di sini, Brunai, Hongkong,Korea, Jepang dan Indonesia. Untuk menarik turis dari manca negara, banyak usaha yang di lakukan, mulai menjaga kebersihan homestay hingga menciptakan program wisata bagi penginap. Beberapa program di antaranya hiking gunung Kinabalu, penanaman bibit pohon dan memetik sayur dan buah di kebun. Dengan program tersebut sebanyak 900 turis tiap bulan datang untuk menginap dan menghasilkan tidak kurang dari RM 900.000.

Anggota Delegasi mendapatkan penjelasan dari Mohd.farid mohd zaini, selaku manager dari desa cattle
 Sebelum kembali ke Kota Kinabalu, rombongan delegasi di ajak untuk melihat peternakan sapi perah sekaligus pengolahannya di desa cattle Agro Tourism. Untuk mencapai ke tempat ini kita harus berganti kendaraan yang lebih kecil, di karenakan jalur yang cukup tinggi dan curam sehingga bis tidak bisa mencapai peternakan sapi ini. Mohd. Farid mohd Zaini selaku manager di desa cattle menjelaskan bahwa tempat wisata ini di sebut juga mini New Zeland. Selain semua sapi perah ini di impor dari Australia, hawa di tempat ini mirip dengan hawa negara 4 musim. Di Agro Tourism desa catle ini para wisatawan bisa melihat para pekerja memerah susu sapi hingga bagaimana susu di kemas dengan peralatan yang modern.     

Saat pulang dari peternakan sapi, semua anggota delegasi mendapatkan 2 kotak susu sebagai oleh-oleh. Saya sendiri sebenarnya jarang sekali minum susu, tetapi melihat beberapa anggota delegasi minum susu dengan nikmatnya, sayapun ikutan minum hingga habis satu kantong. Nah, masalah terjadi saat semua delegasi menaiki bis untuk turun kembali menuju kota Kinabalu. Situasi jalanan yang terus menurun dan berkelok-kelok di tambah kondisi perut yang penuh karena makan siang dan minum susu, membuat perut rasanya tidak karuan. Disaat semua bisa tertidur nyanyak, saya merasa tegang menahan rasa mual, apalagi jalanan terus berkelok-kelok hingga 1 jam lamanya. Alhasil sebelum masuk ke kota Kinabalu saya harus jackpot* dulu di WC bis dan semua makan siang saya sukses keluar.

Foto sesi terakhir semua delegasi Indonesia, Malaysia, Brunai Darussalam

Malam hari tepat pukul 19.00, kami sudah bersiap untuk mengikuti jamuan makan malam terakhir di Negara Sabah. " Tuhan menciptakan negeri Sabah ini dengan mood yang bagus dan sedang tersenyum, ini terbukti dengan adanya gunung Kinabalu yang elok, pantainya yang indah, masyarakatnya yang ramah, serta gadis-gadisnya yang cantik sekali " itulah sedikit pidato perpisahan yang di sampaikan oleh Pimpinan delegasi Indonesia, Bapak Drs.Selamatta Sembiring pada acara makan malam perpisahan di Hotel Le Meridien, Kota Kinabalu pada hari Minggu 29 Maret 2015. Malam ini juga Swaraguna mendapatkan kesempatan untuk di wawancarai oleh stasiun TV1 mengenai lawatan di malaysia ini. (Yanuar Yudha) (Photo:Affan PH)

jackpot* : memuntahkan makanan

Other Photo

Kika : Direktur layanan internasional kementrian Kominfo: drs Selmatta Sembiring, KIM Swaraguna : Yanuar Yudha, Timbalan Pengarah Penerangan Negeri Sabah :Tuan Yunus Hj Saprin dan istri, Kepala seksi kominfo jabar : lovita rosa
Penyerahan Cindera mata oleh KIM Swaraguna


KIM Swaraguna bersama delegasi Brunai Darussalam meninjau peternakan sapi desa cattle.



Related Post :

Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar