Lawatan Swaraguna : Pernik dan Unik Di Malaysia


Lawatan Swaraguna : Pernik dan Unik Di Malaysia

Swaraguna - Dalam postingan kali ini penulis akan berbagi pernak-pernik cerita yang di alami oleh delegasi Indonesia selama lawatannya ke negeri Sabah-Malaysia. Banyak pengalaman dan kejadian unik penulis paparkan kali ini., yang mungkin bisa memberikan sedikit info bagi masyarakat.

1. Luasnya Bandara Udara Internasional Kuala Lumpur (KLIA)
Penampakan dalam bandara KLIA
Bandara KLIA ini mempunyai luas 100km persegi dan memiliki tower pengendali setinggi 130 meter. Saking luasnya bandara ini, untuk mengambil bagasi saja kami harus pindah terminal. Untungnya antara terminal satu dengan lainnya di hubungkan oleh kereta api bandara.
Kereta Dalam Bandara
Untuk cek in setelah ambil bagasi kita harus naik ke lantai 5. Di bandara ini tidak melayani cek in secara manual, jadi kita harus terlebih dahulu mencetak tiket di mesin pencetak tiket yang telah di sediakan. Alat pencetak tiketnya lumayan banyak dan pengoperasiannya sangat mudah jadi kita tidak akan antri dan kesulitan untuk menggunakannya.

2 Jadwal Lawatan Yang Padat

Jadwal Acara Selama Di Malaysia
Waktu berangkat dari Surabaya sebenarnya semua anggota delegasi sudah di emailkan untuk jadwal kunjungan selama di Kinabalu. Saya sendiri mengira jadwal ini hanyalah teori belaka, kenyataan di lapangan pasti berbeda. Karena seperti yang sering saya baca di media kalau ada anggota dewan atau pejabat yang study banding kebanyakan isinya hanya "plesiran".
Kunjungan Di daerah Ranau
Tapi ternyata saya salah besar, Jadwal kunjungan ini benar-benar padat, dari pangi jam 07.00 hingga kembali ke hotel pukul 17.30, lalu merebahkan badan sejenak, terus langsung acara makan malam hingga pukul 21.30-bahkan lebih. Praktis saya dan anggota delegasi yang lain  harus puas hanya bisa melihat kota kinabalu dari dalam bis saja.
Bis Rombongan Delegasi
Bahkan mau merasakan nasi lemak yang khas malaysia saja saya tidak punya kesempatan, tapi untungnya waktu penerbangan pulang ke Indonesia di Malaysia Airline (MH) di suguhkan nasi lemak untuk sarapannya. 
Merasakan Nasi Lemak di Penerbangan Pulang Ke Indonesia

3. Persahabatan Negara Satu Rumpun
Lawatan kali ini melibatkan tiga negara, yaitu Malaysia sebagai tuan rumah, Indonesia dan Brunai Darussalam sebagai tamu negara. Awalnya sempat ragu bagaimana cara berkomunikasi dengan mereka....ternyata biasa saja, karena bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa melayu..mirip-miriplah dengan bahasa Indonesia. Untungnya juga saya sering menemani anak melihat film kartun upin-ipin, jadi agak sedikit paham bahasa Malaysia. Kalau kata ahli bahasa sih..bahasa Indonesia dulu berasal dari bahasa melayu , yang kemudian mendapatkan masukan dan modifikasi dari bahasa lain sehingga jadilah bahasa Indonesia yang kita gunakan sehari-hari. Jika di lihat dari per-bendaharaan kata , bahasa Indonesia lebih beragam dari pada bahasa melayu.
Perbincangan santai Tiga Negara
Sering saya bertiga (Indonesia-Malaysia-Brunai Darussalam) sesama anggota delegasi berbincang santai, pembicaraan kita nyambung dan sesekali bisa bercanda. Ingat saja jangan sampai bercanda dengan bahasa "gaul", di jamin mereka tidak akan paham..hehe.

4. Budaya Yang Mirip   
Tidak hanya bahasa dan raut muka, bahkan dalam segi budaya pun kita mirip. Hal ini bisa terlihat pada saat kita bermalam di daerah kaki gunung Kinabalu, tepatnya di daerah Kundasang. Pada waktu makan malam kita di suguhkan malam "Aramaiti". Malam ini anggota delegasi di suguhkan permainan musik dan tarian daerah setempat. Dari serangkaian makan malam yang ada, di sinilah para anggota delegasi bisa bersantai sejenak dengan menari dan bernyanyi.
Angggota delegasi di ajak menari "Poco-Poco"
Uniknya dari segi pakaian adat yang di kenakan serta beberapa tariannya mirip dengan pakaian dan tarian adat kita. hal ini kemungkinan karena kinabalu masih satu daratan dengan Indonesia, yaitu Kalimantan.
Mirip tarian tongkat Flores
Satu hal lagi yang menarik masalah budaya adalah, bahwa ternyata lagu-lagu dari Indonesia banyak yang terkenal hingga malaysia dan Brunai Darussalam. Salah satu anggota delegasi dari Brunai yang kesehariannya berbisnis minyak ini , malah menjadikan lagu "Titip Rindu Buat Ayah" karya Ebiet G Ade sebagai lagu favoritnya, dan dia tidak sungkan-sungkan maju ke panggung untuk membawakannya dengan fasih.
Delegasi brunai menyanyikan lagu "titip rindu buat ayah"

5. Media Yang Memuat Lawatan Delegasi
Pertemuan tiga kelompok dari tiga negara (Kelompok Informasi Masyarakat-KIM, Komuniti 1 Malaysia-K1M dan Majelis Perundingan Mukim dan Kampung -MPMK)  di malaysia ini sempat menyita perhatian dari berbagai media dari Malaysia dan media online dari Indonesia. (Yanuar Yudha)
Liputan Media Sabah



  
Liputan Media Indonesia 



















Baca :kim indonesia malaysia brunei manfaatkan facebook dan twitter

Related Post :  kim swaraguna ke malaysia
                       welcome to sabah
                       kunjungan ke kementrian penerangan Malaysia
                       memandang eloknya gunung kinabalu
                       malam perpisahan di Malaysia
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar