Welcome To Sabah : Land Below The Wind (1)

Welcome To Sabah : Land Below The Wind (1)

Swaraguna - Perjalanan Delegasi Indonesia bermula dari hotel Ibis Style Jakarta. Tanggal 26/03/2015 pukul 07.00 pagi kami sudah siap untuk chek-out dan berangkat menuju Bandara International Soekarno-Hatta Jakarta untuk bertolak ke Malaysia. Anggota delegasi Indonesia terdiri dari Pimpinan Delegasi yaitu Bapak Selamatta Sembiring yang berasal Kementrian Kominfo (Direktur Layanan Informasi International), Affan Prasetyo Herlambang (staff Direktorat Layanan Informasi International), Lovita Adriana Rosa (Kepala Seksi Komunikasi Pemerintahan Pemda Dinas Kominfo Jawa Barat), Sri Budi Santoso (Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pekalongan), Yanuar Yudhatama (KIM Swaraguna-Surabaya), Gusairi (KIM Merah Putih-Kabupaten Bangka Selatan), Remigius Tuamis (KIM Maju Bersama-Papua).  

Pukul 10.00 wib , kami sudah mendarat di Kuala Lumpur International Airport (KLIA)-Malaysia. Disini kami hanya melakukan transit dan ganti pesawat, yang awalnya menggunakan Garuda Indonesia menjadi Malaysia Airline (MH). Terdapat 2 Buah jenis bandara di kota Kuala Lumpur ini, yaitu KLIA dan LCC (Low Cost Carrier). KLIA ini terdiri dari beberapa terminal, antara terminal satu dengan terminal yang lain di hubungkan dengan kereta bandara, jadi kita tidak perlu keluar terminal bila akan ganti terminal. 
Jadwal penerbangan kami selanjutnya adalah pukul 13.00 waktu Kuala Lumpur. Waktu Kuala Lumpur lebih cepat 1 jam daripada waktu Jakarta. Ini berarti kami hanya punya waktu 2 jam untuk boarding padahal seluruh anggota delegasi baru pertama kalinya melakukan proses transit di Kuala Lumpur. Di tempat ini kami harus naik ke lantai 5, menaiki kereta bandara untuk ganti terminal dan setengah berlari untuk menuju gate keberangkatan, lumayan juga berjalan cepat sekitar 1.5km dengan beban koper 10kg. Bandara Kuala Lumpur KLIA ini terbilang sangat luas dan nyaman. Untuk antrian Imigrasi, pihak bandara telah menyediakan antrian khusus yaitu "Asean Line" sehingga pemeriksaan imigrasi untuk negara-negara Asean tidak perlu campur dengan negara lain dan pastinya lebih cepat.
Yanuar Yudha (swaraguna) menerima kalungan syal
 Tepat pukul 15.00 waktu Kuala Lumpur Delegasi Indonesia mendarat di Kota Kinabalu International Airport (KKIA). Bandara ini terbilang cukup sepi, setelah mengambil bagasi kami menuju pintu keluar. Disana seluruh Anggota Delegasi Indonesia di sambut oleh tuan rumah Sabah-Malaysia. satu -persatu dari kami di berikan kalungan syal yang bertuliskan Sabah : Land Below The Wind. Sambutan yang sangat hangat ini tentu saja membuat kepenatan kami yang telah menempuh 4 jam lebih penerbangan menjadi hilang. Sebanyak 4 orang dari jawatan Penerangan Malaysia, baik yang di Sabah maupun di Kuala Lumpur menyambut kami mulai dari Ms.Usha Narayanansamy, Mrs.Aisyah Omar, Mrs Diana dan Mr.Iskandar Ismail.
Lokasi tempat delegasi menginap
 Perjalanan singkat dari bandara ke hotel kami pergunakan untuk melihat-lihat kota kinabalu, mungkin hanya dari dalam bis kami bisa menikmati pemandangan kota, karena jadwal yang kami terima sangatlah padat. Setelah chek-in di hotel Klagan, malamnya kami di jamu oleh para pejabat penerangan negeri Sabah. Pada acara jamuan itu kami pertama kalinya di pertemukan dengan anggota delegasi dari negara Brunai Darussalam yang di pimpin oleh   Muhd Khairulhadi Muhd Muhtaddir. 

kika: Bpk Selamatta Sembiring(Kementrian Kominfo). Sri Budi Santoso(Kominfo Pekalongan) ,Yanuar Yudha(Swaraguna-Surabaya),Remigius(Papua) Tuamis,Abdul wahab(brunai),Muhd Khairulhadi Muhd Muhtaddir (Brunai)
Jamuan makan malam yang di selenggarakan di hotel Klagan, benar-benar istimewa. Tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Brunai Darussalam melebur menjadi satu. Meskipun bahasa yang kita gunakan sedikit berbeda tetapi kami bisa bercakap dengan hangat. (Yanuar Yudha)(Photo;Affan HP)
        
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar