Awas... Beras Palsu !!!

Awas.... Beras Palsu !!!

Swaraguna - Kalau selama ini, kita menganggap makanan yang berbahaya adalah makanan yang mengandung bahan pewarna tekstil atau bahan pengawet seperti borax, tampaknya sekarang kita harus ekstra perhatian terhadap beras. Saat ini telah di temukan produk beras palsu yang berasal dari Tiongkok. Kasus ini di laporkan oleh warga Bekasi yang curiga terhadap beras merk Ramos yang di belinya seharga Rp 8000/kg di pasar bekasi. Pada waktu di masak beras tersebut terasa lembek dan kenyal.

Menurut informasi yang di dapat, beras sintetis ini berasal dari kota Taiyuan, Tiongkok. Bahkan di negara-nya mereka juga memerangi beras sistetis ini karena sangat berbahaya bagi kesehatan. Di Tiongkok, beras ini di produksi secara besar-besaran dengan tujuan mencari keuntungan yang berlipat. Pembuatnya menyatakan bahwa beras ini berasal dari campuran antara kentang dan ubi jalar. Kemudian mereka menambahkan resin sintetis industri untuk membungkus dan membentuk adonan tersebut agar menyerupai beras.  Senyawa plastik dari resin inilah yang bisa merusak organ tubuh bila kita meng-komsumsinya. "Zat tersebut bisa mengakibatkan manusia terserang kanker kolon dan kanker lambung, termasuk gangguan ginjal dan hati" jelas Andriyanto, Ketua Tim Pangan dan Gizi Jatim. 

Baca : Harga Beras Meroket, Pembeli dan Penjual Kelimpungan.

Untuk Jatim sendiri, Gubenur Jatim Soekarwo menyatakan, bahwa dari laporan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim, beras palsu belum masuk ke wilayah Jawa Timur. "Jatim adalah lumbung beras nasional, jadi kita terus melakukan kontrol terhadap harga beras" jelasnya. "Kalau harga beras tetap murah, maka beras impor tidak akan masuk" tegasnya.

Meskipun Jatim telah di nyatakan aman, ada baiknya kita mengenali ciri-ciri dari beras sintetis/beras plastik/beras palsu tersebut agar bisa menghindarinya :
1. Tekstur lebih halus, warna putih merata dan bening, sedangkan pada beras asli tekstur kasar, dan di tengah-tengahnya terdapat warna putih susu.   
2. Bila di masak akan mengeluarkan banyak air, padahal beras asli malah menyerap air
3. Rasa nasi dari beras palsu ini terasa tawar dan getir, sedangkan nasi pada beras palsu terasa manis karena mengandung karbohidrat. (Yanuar Yudha)

Berita Menarik Lainnya :  



     
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar