Bank Sampah Lengkapi Pasar Di Surabaya


Bank Sampah Lengkapi Pasar Di Surabaya

Swaraguna - Sampah adalah masalah penting bagi kota sebesar Surabaya. Tiap harinya ribuan ton sampah masuk ke Tempat Penampungan Akhir (TPA) di daerah Benowo. Bahkan volumenya semakin lama semakin meningkat. Untuk mengatasi hal tersebut, saat ini pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berusaha melengkapi semua pasar di kota ini dengan Bank Sampah.

Saat ini Bank Sampah sudah di bangun di Pasar Tambahrejo dan Pasar Gubeng Masjid. Agus S.B, selaku Kepala Pasar Tambah Rejo menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan tempat untuk pengoperasian Bank Sampah. "Sosialisasi akan kami lakukan secara bertahap hingga nantinya semua pedagang di sini paham akan pentingnya Bank Sampah" jelasnya. Di pasar ini juga sudah di lengkapi dengan komposter yang merupakan kerja sama dengan Dinas Kebersihan Dan Pertamanan (DKP). "Dengan adanya komposter ini, kami bisa menekan sampah yang akan di buang ke Tempat pembuangan Sampah (TPS) dan TPA hingga 75 persen" tambahnya.

Baca : Membayar Listrik dengan Sampah di Bank Sampah Bintang

Di pasar Wonokromo sendiri, saat ini sedang di siapkan sarana dan prasarana untuk membangun Bank Sampah. Direktur Teknik dan Usaha PD Pasar Surya, Zandi Ferryansa mengungkapkan saat ini di Pasar yang terintegrasi dengan Mall Darmo Trade Center (DTC) ini sedang menyiapkan Bank Sampah yang di letakkan di dekat TPS Pasar Wonokromo. "Prasarana seperti meja, kursi, tempat sampah dorong dan alat pencacah sudah di sediakan oleh Pemkot, selanjutnya kita tinggal melakukan sosialisasi kepada para pedagang" jelasnya.

Juni Kuswantoro selaku perintis Bank Sampah di pasar Tambah Rejo mengungkapkan, bahwa volume sampah yang masuk ke TPS dan TPA paling banyak bukan dari Rumah Tangga, melainkan dari Pasar. Dengan dibangunnya Bank Sampah maka Juni berharap bisa mengurangi volume sampah yang ada.. 

Ada tiga kategori sampah yang di kelompokkan-nya yaitu sampah basah berupa sisa makanan, sayuran busuk dan sabut kelapa. Untuk sampah jenis ini akan di cacah dan di buat kompos, lalu hasilnya di berikan ke Pemkot untuk pupuk di taman-taman kota. Yang ke-dua adalah sobekan kardus dan kayu yang di kumpulkan lalu di berikan kepada pengrajin. Kategori sampah yang ke-tiga adalah kertas,kardus,besi,plastik dan alumunium yang bisa di setorkan pedagang ke administrasi Bank Sampah, kemudian sampah tersebut akan di konversi menjadi uang yang bisa di gunakan pedagang untuk membayar air, listrik maupun sewa kios.  

Berita Menarik Lainnya: 
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar