Jalan Raya Bukan Tempat Bermain Layang-Layang

Swaraguna - "Ku ambil buluh sebatang, kupotong sama panjang, kuraut dan ku timbang sama benang, ku jadikan layang-layang. Bermain...berlari, bermain layang-layang,bermain kubawa ke tanah lapang, hati gembira dan riang". Itulah sepenggal lagu anak-anak yang menggambarkan bagaimana serunya bermain layang-layang. 

Saat ini di Kota Surabaya dan sekitarnya sudah memasuki musim kemarau. Selain panas terik ketika siang, pada sore hari angin akan berhembus dengan sedikit kencang. Kondisi alam seperti ini adalah saat yang tepat untuk menerbangkan layang-layang. Seperti saat ini, dimana Swaraguna bermukim, langit di wilayah Rungkut, Gunung Anyar dan sekitarnya setiap sore selalu di hiasi oleh indahnya layang-layang.

Baca : Liburan ...Tidak harus mahal

Layang-layang terbagi dalam dua kelas, yaitu layang -layang hias dengan beragam bentuk dan warna yang mencolok , serta layang-layang aduan dengan bentuk belah ketupat dan warna yang sederhana, kebanyakan warna putih. Untuk jenis hias memakai benang bol, sedangkan jenis aduan memakai benang senar yang di lapisi serbuk gelas.

Syair lagu di atas memberikan kepada kita contoh yang bagus, yaitu bermainlah layang-layang di tanah lapang atau biasa kita sebut lapangan. Sekarang ini banyak anak-anak yang bermain layang-layang di pinggir jalan raya. Hal ini tentunya sangat membahayakan bagi pemain layang-layang maupun bagi pengendara, khususnya motor yang melintas.

Layang-layang aduan akan berakhir dengan putusnya salah satu layang-layang lawan. Pada saat putus itulah biasanya banyak anak yang akan mengejar dan berebutan layang-layang putus tersebut, kalau tidak hati-hati tentunya akan rawan tertabarak oleh pengendara mobil atau motor. Selain itu yang lebih berbahaya lagi adalah benang dari layang-layang aduan tersebut. Karena benang tersebut di lapisi oleh serbuk gelas. Apabila terkena leher bisa mengakibatkan kejadian yang fatal, yaitu ter-irisnya tenggorokan kita. bahkan sudah banyak kejadian mengerikan yang menimpa pengendara motor akibat terkena benang layang-layang ini.

Untuk mengurangi resiko yang membahayakan kedua pihak, baik pemain layang-layang maupun pengendara, ada baiknya kita mengingatkan , bahkan melarang mereka bermain layang-layang di tepi jalan raya. (Yanuar Yudha) 

Berita Menarik Lainnya :
Taman Kota Surabaya, Destinasi Wisata Dalam Kota
Surabaya Sulap Bekas Tempat Sampah Jadi Taman Terbesar Di Dunia
Gejala Demam Berdarah dan Pertolongan Pertama


Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar