Kampung Tempe Sukomanunggal Resahkan Kedelai Impor

Kampung Tempe Sukomanunggal Resahkan Kedelai Impor

Swaraguna - Siapakah yang tidak kenal Tempe...?. Makanan yang sudah di kenal sejak jaman penjajahan ini sangatlah di gemari oleh kaum tua maupun muda. Salah satu tempat yang terkenal di Kota Surabaya sebagai kampung tempe adalah Sukomanunggal.

Salah satu pengrajin tempe ini adalah Tumiasih. Sudah puluhan tahun Tumiasih dan sang suami menjadi pengrajin tempe. Bahkan sekarang adalah generasi yang ketiga. Usaha tempe ini merupakan turunan dari kedua orangtuanya. Tiap harinya sebanyak 250kg -300kg kedelai mereka olah menjadi ribuan potong tempe. "Kami selalu memakai kedelai impor nomor satu, kalau pakai yang lebih murah banyak pelanggan yang akan kecewa" jelasnya.
 

Baca juga : Kerupuk Pamurbaya Perintis Kampung Kerupuk

Keluarga ini mempunyai ruangan khusus untuk proses pematangan tempe-tempenya. Di ruangan ini terdapat puluhan rak berisi tempe dalam plastik yang siap untuk di fermentasikan. Saat ini harga kedelai impor yang merupakan bahan baku mereka harganya mencapai sekitar Rp 7.500 sampai Rp 8.000/ kilo-nya. Hal ini tentunya sangat memberatkan bagi semua pengrajin tempe di kampung Sukomanunggal ini. Ketimbang menaikkan harga, para produsen ini memilih untuk mengecilkan ukuran tempe yang mereka produksi. Mereka khawatir pembeli akan kabur jika harga tempe mereka naikkan.

Untuk varian produk sejak tahun 2010 kampung tempe Sukomanunggal ini berkreasi dengan membuat keripik tempe.   (Yanuar Yudha)

Berita menarik lainnya :
  Ranumnya Si Kampung Mangga 
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar