Ragam Dolanan Anak Tahun 90'an

Swaraguna - Dolanan anak pada tahun 90'an sangatlah beragam. Gobag Sodor, Benteng-Bentengan, Boi-Boi-an, Patil Lele dan Pande adalah permainan yang selalu di mainkan oleh anak era 80'an hingga 90'an pada sore hari hingga menjelang malam. Strategi, Kerjasama Tim dan Kemampuan fisik yang mumpuni adalah kunci untuk menjadi pemenang dalam dolanan ini. Karena dolanan pada era ini hampir 80% mengutamakan kecepatan lari. Mari kita uraikan apa sih dolanan yang biasa anak era 80-90'an mainkan..?

1. Gobag Sodor
Permainan ini di lakukan dengan media tanah lapang yang di beri garis dengan menggunakan pecahan bata merah. Ukuran lebar area permainan biasanya 3x3 meter, yang nantinya akan di bagi menjadi 3 kotak. Ukuran ini tidak terlalu kaku, jumlah kotak biasanya menyesuaikan dengan jumlah pesertanya. 
Peserta di bagi menjadi dua tim. Tim pertama bertugas menjaga garis agar tidak di lewati oleh tim ke dua. Sebaliknya Tim ke-dua harus melewati garis dan kembali ke titik start tanpa tersentuh tangan oleh tim pertama.
  
Ilustrasi Dolanan Gobag Sodor
Aturan Permainan Gobag Sodor
2. Benteng-Bentengan
Ini permainan "War" pada jamannya. Tujuan dari permainan ini adalah bagaimana kita bisa menguasai benteng lawan yang biasanya terbuat dari tiang atau pohon dengan cara menyentuhnya. Permainan ini benar-benar menggambarkan kondisi perang secara sesungguhnya. ada bertugas untuk memprovokasi, ada tawanan, hingga menguasai benteng lawan dengan meneriakkan "BENTEEEENG".
Permainan ini biasanya di mainkan dengan 10 orang yang terbagi menjadi 2 tim. Tim akan menjadi pemenang jika berhasil menguasai benteng lawan atau me-nawan semua peserta lawan. Kunci dari permainan ini adalah peserta yang keluar lebih dahulu dari bentengnya, berhak di kejar dan di tawan oleh peserta lawan yang keluar belakangan dari bentengnya. Tawanan juga bisa di bebaskan apabila rekan satu tim-nya dapat menyentuh tawanan tersebut. Strategi handal dan kemampuan berlari adalah kunci kemenangan permainan ini.

Ilustrasi Benteng-Bentengan


Aturan Permainan Benteng-Bentengan


3. Boi - Boi'an
Permainan ini menggunakan alat bantu berupa bola yang awalnya terbuat dari gulungan kertas dan plastik, kemudian berkembang hingga menggunakan bola tennis lapangan. Selain mengutamakan kecepatan lari juga mengasah ketepatan melemparkan bola tennis. Permainan ini akan menjadi heboh jika bola tennis sudah terjebur ke got (saluran air), siap-siap aja baju pada kena stempel bola tennis dan bau got..hehehe.
Permainan ini di lakukan oleh 8-10orang yang terbagi dalam 2 tim. Tim A bertugas menyusun tumpukan genteng atau keramik dan tim B akan menghadang tim A yang akan menyusun tumpukan tersebut dengan melemparkan bola tennis ke badan Tim A.  

 Baca : Hati-Hati Terhadap Film Kartun Yang Tidak Layak Tonton


Apabila bola yang di lempar oleh Tim B mengenai Tim A, maka peran akan berganti. Tim B menyusun tumpukan dan Tim A melempar bola. Tim yang menjadi pemenang adalah Tim yang berhasil menyusun tumpukan genteng atau keramik.
Ilustrasi Dolanan Boi-Boi'an


4. Patil Lele
Permainan ini menggunakan alat bantu berupa 2 potong kayu, biasanya dulu terbuat dari bekas tongkat sapu, yang masing-masing berukuran 30cm dan 10 cm, ukuran ini tidak mengikat, di sesuaikan saja. Karena menggunakan kayu unsur kehati-hatian sangat di perlukan, selain itu permainan ini akan mengasah kemampuan berhitung kita. Permainan ini terbagi dalam 2 tim, satu tim bertugas sebagai pemukul tongkat, sedangkan tim lawan bertugas menjaga tongkat yang di pukul oleh tim pertama. Ada 3 babak dalam permainan ini.

1. Tahap pertama adalah, kelompok / orang yang mendapatkan giliran untuk bermain, menempatkan tongkat pendek di dalam lubang dan dengan bantuan tongkat panjang, pendek pendek didorong dan dibuang sejauh mungkin. Jika tongkat pendek tertangkap, maka permainan dianggap selesai. Apabila tertangkap dengan dua tangan maka penjaga mendapatkan 10 poin, Bila menangkap dengan tangan kanan mendapatkan 25 poin, apabila dengan tangan kiri mendapatkan 50 poin. Jika tidak tertangkap maka tim yang menjaga akan melemparkan tongkat pendek ke arah tongkat panjang yang ditempatkan di atas lubang di posisi melintang. Jika terkena tongkat panjang, maka orang yang bermain kalah, jika tidak terkena, orang yang bermain dapat terus di level2.

2. Pada tahap kedua, pemain melemparkan tongkat pendek di udara dan dipukul keras dengan tongkat panjang sejauh mungkin. Jika tongkat pendek tertangkap lawan, maka pemain tersebut dianggap kalah dan harus menghentikan permainan. Jika tidak tertangkap, maka kelompok / orang penjaga akan melemparkan pendek tongkat ke dalam lubang. Ketika dilemparkan ke dalam lubang dan terkena tongkat panjang. Maka perhitungan dilakukan titik dimulai dengan tongkat panjang dari lubang menuju jatuhnya tongkat. Jika tongkat pendek dilemparkan ke arah lubang tidak terkena pemain, maka perhitungannya dilakukan dari lubang ke arah jatuhnya tongkat pendek. Jika tongkat pendek dari lawan lemparan ke dalam ke arah lubang,pemain dianggap kalah.


3. Tahap ketiga adalah menempatkan tongkat pendek ke dalam lubang, salah satu ujung tongkat dalam lubang dan permukaan mengangkat lainnya. Pemain harus bisa memukul tongkat ujung timbul ke udara dan dipukuli sejauh mungkin. Jika Anda tidak bisa memukul kedua kalinya, itu dianggap hilang atau mati dan digantikan oleh pemain lain. Tapi jika berhasil memukul satu kali, dua kali, dan seterusnya, maka pemain memiliki hak untuk memperbanyak hasil ini. Jika dilemparkan sejauh 20 kali panjang tongkat dan memukul 1 kali berhak menunjuk 20, jika mampu memukul 2 kali sebelum dibuang, untuk melipatgandakan nilai yang diperoleh menjadi dua kali.


5. Pande
Permainan ini sangat mengutamakan kehati-hatian, karena alat bantu-nya ada batu..lumayan kan kalau kena  kepala. Terbagi dalam 2 tim. Tiap anggota tim mempunyai batu sebagai "gaco"nya. Batu ini biasanya berbentuk  pipih dan bisa di berdirikan. Area permainannya terdiri dari 2 garis, yaitu garis untuk mendirikan batu yang akan di gunakan untuk sasaran tembak dan garis untuk pelempar melemparkan batu. jarak antara 2 garis ini biasanya 3-5 meter.  Tim yang melempar harus mampu menjatuhkan batu yang di gunakan sebagai sasaran tembak untuk memenangkan permainan.

Permainan ini terdiri dari 2 babak lemparan.
1. Babak pertama
Tim pelempar akan melempar "gaco"nya ke arah "gaco" lawan yang telah di berdirikan dengan menggunakan tangan. Harus di usahakan sekali lempar, tetapi bila lemparannya tidak mengenai batu lawan, maka tim pelempar akan melemparkan batu lagi tetapi dengan cara satu kaki dalam posisi lutut di tanah, sementara posisi kaki yang lain dalam posisi berjongkok dan batu akan di lempar lewat bawah pantat. Tim pelempar harus bisa menjatuhkan semua batu lawan untuk melangkah ke babak ke dua.
2. Babak kedua
Tim pelempar akan melemparkan batu dengan menggunakan kaki. caranya batu di letakkan di punggung kaki, lalu dengan melangkah batu tersebut di lemparkan hingga menjatuhkan batu lawan.
(Yanuar Yudha)
 
Ilustrasi Dolanan Patil Lele
 
 

Ilustrasi Permainan Pande/Gamparan
Berita Menarik Lainnya : 

Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar