PLN Mulai Naikkan Tarif Listrik Non Subsidi

PLN Mulai Naikkan Tarif Listrik Non Subsidi

Swaraguna - Akibat dari melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar dan naiknya tingkat inflasi, membuat PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) kembali menaikkan tarifnya pada bulan Mei ini. 

Kurs Rupiah pada bulan Mei ini melemah hingga Rp 13-ribuan per dollar AS dan untuk tingkat inflasi mengalami kenaikan hingga 0.17% pada bulan Maret. Selain ke-dua indikator tersebut, juga di perhitungkan melemahnya harga minyak Mentah Indonesia (ICP) yang turun dari 54.32 dollar pada bulan februari menjadi 53.66 dollar per-barel pada Maret lalu.

Ke-tiga indikator inilah yang membuat PLN akhirnya menaikkan tarif untuk lima golongan non subsidi, yaitu golongan Rumah Tangga Menengah R2 dengan kapasitas daya 3.500VA hingga 5.500VA , Rumah Tangga Besar R3 dengan kapasitas daya 6.600VA ke atas, Bisnis Menengah B2 dengan kapasitas daya 6.600VA hingga 200.000VA, Kantor Pemerintahan dengan kapasitas daya 6.600VA hingga 200.000VA dan Penerangan Jalan Umum. kenaikan ke-5 golongan ini mencapai 3.34% dari tarif bulan April sebesar Rp 1465.89 per-kwh menjadi 1514.81 per-kwh pada bulan ini.

Baca : Membayar Listrik dengan Sampah di Bank Sampah Bintang


Sedangkan untuk golongan tarif pelanggan non subsidi Bisnis Besar (B3) dengan kapasitas daya di atas 200.000VA dan Industri Besar (I3) dengan kapasitas daya 200.000kVA dan Pemerintah P2 di atas 200kVA di tetapkan menjadi Rp 1193.22 per-kwh.

Tarif Listrik untuk Industri Besar (I4) berdaya 30mVA ke atas, di tetapkan naik dari Rp 991,6 per-kwh menjadi Rp. 1.063,8 per-kwh. Untuk golongan khusus L/TR, TM dan TT naik dari Rp 1.542,84 menjadi Rp 1.650,73 per- kwh.   

Untuk tarif Rumah Tangga subsidi golongan R1 dengan daya 1.300VA dan R dengan daya 2.200VA tidak mengalami kenaikan.  (Yanuar Yudha)

Berita Menarik Lainnya : 

Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar