Soegeng Prijadi : Gagas Asuransi Kesehatan Warga Dengan Premi Rp 100/Hari

Soegeng Prijadi : Gagas Asuransi Kesehatan Warga Dengan Premi Rp 100/Hari

Swaraguna - Gagasan atau ide bisa di peroleh dari mana saja, termasuk dari binatang seperti semut. Dari melihat semut yang selalu berjalan kesana-kemari, bila berjumpa temannya selalu menyapa dan jika menemukan makanan akan di angkat bersama-sama menuju ke saranganya. Begitu juga jika salah satu teman terluka maka semut yang lain akan menggotongnya bersama-sama. "Di sini akhirnya saya menemukan pentingnya arti gotong royong yang mendalam" ujar Soegeng Prijadi.

Soegeng Prijadi adalah warga RW 8 ,Kelurahan Rungkut Tengah, Kecamatan Gunung Anyar Surabaya. Wilayah yang beliau tinggali ini adalah kawasan perumahan kelas menengah yang sifat individualnya sangatlah kental. Perlahan tapi pasti Soegeng berusaha mendobrak tradisi individual warga perumahannya. Mulailah beliau memilah apa saja yang menjadi permasalahan warga di lingkungannya. Setelah di pelajari, ternyata kesehatan merupakan masalah yang paling krusial. "Orang kadang meremehkan yang namanya sakit, bahkan tidak memikirkan sama sekali, jika sudah terkena...baru mereka sadar bahwa biaya yang di butuhkan sangat banyak, intinya sudah sakit, masih mikir masalah biaya" jelasnya. 

Baca : SEKILAS TENTANG JAMKESMAS DAN JAMPERSAL

Berdasarkan background yang di milikinya sebagai pensiunan dari perusahaan asuransi, mulailah Soegeng merancang program Dana Sosial Warga (DSW). Dasar dari program ini adalah iuran warga sebesar Rp 100 setiap hari, yang kemudian di kelola oleh pengurus DSW. Dengan jumlah Kepala Keluarga 500 orang, maka akan terkumpul dana Rp 1,5 juta/bulan. Dengan dana yang ada maka DSW ini sanggup memberikan santunan sebesar Rp 300 ribu bagi warga yang menjalani rawat inap dan Rp 400 ribu bagi yang meninggal.

Saat ini, DSW selain mengandalkan iuran premi dari warga, juga melakukan penerimaan dana dari pengelolaan sampah lingkungan. Ternyata pemasukan dana dari sampah ini menjadi sumber dana yang cukup besar selain premi. Selama lima tahun berdiri, dana DSW berkembang cukup pesat, saat ini Soegeng dan pengurus DSW lainnya sedang merencanakan untuk meng-cover biaya pendidikan bagi warga. "Mungkin semacam beasiswa, tapi ini masih angan-angan mas, masih akan kita godok lebih lanjut' terangnya. (Yanuar Yudha)  

Berita Menarik Lainnya : 

Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar