Surabaya Sulap Bekas Tempat Sampah Jadi Taman Terbesar Di Dunia

Surabaya Sulap Bekas Tempat Sampah Jadi Taman Terbesar Di Dunia

Swaraguna - Apa yang anda bayangkan dari sebuah Tempat Pembuangan Akhir (TPA)...?. Tentunya bau yang menyengat, sampah yang menggunung dan lalat yang beterbangan kesana-kemari. Bagi kota Surabaya bayangan tersebut akan segera berganti dengan taman yang akan penuh dengan bunga berwarna-warni dan bisa menjadi tempat wisata keluarga bagi warga kota.

Rencana ini berasal dari ide Walikora Surabaya Tri Rismaharini yang memang dikenal sebagai Walikota sejuta taman. Lokasi pembangunan taman ini adalah bekas TPA keputih yang memang saat ini sudah mulai di rubah menjadi taman kota. Saat ini luas taman di keputih ini masih seluas 8,5 hektar dan akan terus di perluas hingga menjadi 45 hektar yang nantinya akan terbagi menjadi taman berbunga, sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) dan pasar. Selain itu juga akan di lengkapi dengan sarana bermain anak-anak seperti playground yang berisi berbagai model ayunan, jungkat-jungkit serta mainan anak lainnya.

Baca : Liburan ...Tidak harus mahal


" Taman sebesar 45 hektar, tentunya ini akan menjadi taman terbesar di dunia, dan akan menjadi lokasi wisata internasional" jelas Walikota Perempuan pertama di Surabaya ini. Dengan di bangunnya sentra PKL dan pasar wisata di dalam lokasi taman ini, di harapkan akan bisa meningkatkan taraf ekonomi warga  sekitar taman ini. Risma juga menghimbau warga kota agar selalu mengikuti pelatihan yang di berikan oleh dinas-dinas terkait. "Wong pelatihane gratis lo bapak-Ibu " jelasnya. "Jangan sampai nanti yang mendapatkan akses ekonomi di taman ini orang luar, sedangkan warga sini hanya jadi penonton saja, nanti Bapak-Ibu yang akan rugi" sambungnya, dalam sambutannya di acara bakti sosial di Terminal keputih.

Chalid Buhari selaku Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan menjelaskan, bahwa konsep taman internasional ini nantinya adalah taman bunga. Akan ada lebih dari 60 jenis bunga yang akan di tanam di taman seluas 45 hektar ini. "Bahkan beberapa merupakan bunga langka" tuturnya. Bunga-bunga pengisi taman ini akan di datangkan baik dari dalam negeri maupun luar negeri. "Tentunya kita pilih bunga yang sesuai dengan iklim di sini"jelasnya.

Dengan pemilihan bunga yang cocok di harapkan bunga tersebut akan terus bersemi sepanjang musim, baik musim kemarau maupun musim penghujan. "Konsep yang kita rencanakan, nantinya warna bunga akan di atur berbeda-beda pada setiap bloknya" tutur Calid. Proses pembangunan taman ini akan di mulai pada pertengahan tahun ini dan akan bisa di nikmati warga paling lambat pada tahun depan. (Yanuar Yudha)      

Berita Menarik Lainnya:

   

    
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

2 comments:

  1. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk Surabaya kedepan.
    Meskipun bu Risma sudah banyak mengukir prestasi, setidaknya cukup untuk membangkiitkan kesadaran warga Surabaya khususnya dalam hal pentingnya "wadah hijau" dan sarana sarana yang merakyat seperti ini.
    Dan lebih penting lagi, menjaganya agar tetap lestari.
    Maju terus Bu Rusma.
    Maju terus Surabayaku...

    BalasHapus
  2. iya, sangat benar pak Noer amalii....dengan banyak di bangun-nya fasilitas gratis untuk rakyat,semoga warga bisa mendapatkan tempat wisata yang murah dan yg terpenting ben Suroboyo tambah adem.

    BalasHapus