Tukang Becak Penambal Jalan : Pahlawan Warga sekaligus Jeweran Bagi Dinas PU


Tukang Becak Penambal Jalan:Pahlawan Warga sekaligus Jeweran Bagi Dinas PU

Swaraguna - Saat ini nama Abdul Sukur atau akrab di panggil Mbah Wek mendadak menjadi terkenal. Tidak hanya di Surabaya melainkan sudah terkenal hingga seluruh negeri ini. Hampir semua media sosial dan media berita online ramai membicarakan namanya. 

Pengabdian tanpa pamrih seorang tukang becak ini, selama 10 tahun menambal jalanan rusak yang ada di Surabaya menarik perhatian Himan Utomo yang kemudian meng-ngunggahnya di akun facebook miliknya. Dari akun facebook itulah akhirnya cerita Abdul sukur yang saat itu sedang menambal jalan rusak di depan Mall International Trade Centre (ITC) Surabaya menyebar secara viral dari satu akun facebook ke akun media sosial lainnya.

Abdul Sukur Di Undang Ke Rumah Dinas Walikota Tri Rismaharini
Mengetahui hal ini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak tinggal diam. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan, Ir Erna Purnawati mendatangi beliau secara langsung dan menawarinya untuk jadi pegawai di dinas PU. Bahkan Walikota Surabaya Tri Rismaharini langsung memanggil Mbah Wek untuk datang ke rumah dinasnya. Beliau menyampaikan rasa bangganya kepada Mbak Wek atas kerja iklasnya selama ini. Ketika di tanya mengapa tidak menerima tawaran yang di berikan oleh Pemkot Surabaya untuk menjadi mandor, Mbak Wek hanya berkata," Saya sudah tua, kalau jadi pegawai atau mandor biar yang muda-muda saja, saya cukup jadi tukang becak saja, temannya banyak".

Baca : Gunung Anyar Siap bangun Jalan Lingkar Luar Timur

Fenomena Mbah Wek sebagai pahlawan warga kota ini, di sisi lain merupakan "Jeweran" bagi Pemkot Surabaya. khususnya Dinas PU. Dengan melejitnya pemberitaan Mbah Wek ini tentunya akan timbul banyak pertanyaan bagi warga di kota lain. Apakah Surabaya yang terkenal dengan taman-tamannya yang indah, jalan umumnya banyak yang rusak...?. 

Tidak seharusnya warga kota yang telah berusia lanjut, setiap malam masih bermandikan keringat untuk menambal jalan rusak, hanya dengan ber"senjata"kan palu. Lalu di manakah peran dinas PU yang seharusnya bertanggung jawab membenahi jalanan yang rusak...?. Sudah seharusnyalah para Lurah dan Camat mengetahui kondisi jalan di wilayahnya, apabila ada yang rusak langsung di laporkan ke Dinas PU. Kalaupun ada inisiatif warga, seharusnya hanya sebatas melaporkan saja, bukan sebagai pelaku langsung dari perbaikan jalan. (Yanuar Yudha)      




Berita Menarik Lainnya : 





     
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar