Waspadai Gejala Shaken Baby Syndrome

Waspadai Gejala Shaken Baby Syndrome

Swaraguna - Setelah jenuh ber-aktifitas, barmain dengan buah hati terkadang membawa kesenangan tersendiri bagi orang tua. Apalagi bagi orang tua karir yang seharian bekerja di luar rumah, maka bermain dengan anak merupakan sarana untuk melepas kangen. Patut di waspadai bagi orang tua adalah pada saat memegang anak, jangan mengguncangnya terlalu keras. Di khawatirkan guncangan yang terlalu keras akan  mengakibatkan anak kita terkena Shaken Baby Syndrome. 

Biasanya para orang tua senang mengayunkan anaknya ke atas, bahkan sang anak kadang tertawa dengan riangnya. Ayunan dan guncangan itulah yang terkadang bisa mengakibatkan anak terkena Shaken Baby Syndrome. " Hal itu rawan mengakibatkan pembuluh darah di kepala pecah" jelas Dr. ananda Haris SpBS. Dokter yang kesehariannya bertugas di RS Husada Utama ini menjelaskan bahwa pada anak usia kurang dari 1 tahun semua tulang di tubuhnya masih rawan, termasuk bagian kepalanya. Selain itu otaknya belum terbentuk secara sempurna.   

Baca : Membangun Karakter Sejak Pendidikan Anak Usia Dini


Selain pendarahan pada otak, akibat guncangan yang keras itu juga bisa mengakibatkan pendarahan pada retina mata, kejang dan pertumbuhan yang melambat. "Bahkan pada kasus tertentu bisa mengakibatkan bayi kita idiot , ber-IQ rendah hingga kematian" tutur Ananda.

Gejala dari Shaken Baby Syndrome ini adalah bayi sering rewel atau malah terlalu diam, kejang-kejang, ubun-ubun mengeras terkadang di sertai muntah mendadak tanpa mual. Menurut Ananda sindrom pada bayi ini bisa di sembuhkan asal di tangani sejak dini. Jika di biarkan terlalu lama, pendarahan pada otak tidak akan berhenti dan mengakibatkan otak akan terus membengkak. Untuk kasus yang berat terpaksa harus di lakukan operasi bedah syaraf. (Yanuar Yudha)

Berita Menarik Lainnya : 
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar