Angeline...Bukti Indonesia Darurat Kekerasan Anak

Angeline...Bukti Indonesia Darurat Kekerasan Anak

Angeline...Bukti Indonesia Darurat Kekerasan Anak

Swaraguna - Angeline, yang di kabarkan sebagai anak hilang, ternyata telah di temukan. Sayangnya bocah berusia 8 tahun ini di temukan dalam keadaan tewas, terkubur di belakang rumah ibu angkatnya sendiri. Sampai saat ini pihak-pihak yang di curigai sebagai pelaku masih dalam pemeriksaan oleh pihak Kepolisian. Semoga segera di temukan titik terang dalam kasus yang amat kejam ini.

Ketua Umum Komisi Perlindungan Anak (KPAI) Arist Merdeka Sirait mengungkapkan bahwa tingkat kekerasan terhadap anak berada dalam tahap yang mengerikan, bahkan bisa di bilang darurat. Dari data yang di terima oleh KPAI laporan kekerasan pada anak selalu meningkat sejak tahun 2010. Sangat di perlukan sekali regulasi yang benar-benar mengatur tentang perlindungan terhadap masa depan perkembangan anak di Indonesia.
Kita sangat berharap bahwa kasus kekerasan anak terhadap Angeline ini menjadi yang terakhir kalinya terjadi kepada anak. Tugas kita-lah untuk melindungi generasi penerus yang akan melanjutkan untuk memeajukan Indonesia ini. Hentikan kekerasan terhadap anak sekarang juga. berikut sedikit Tips bagaimana melindungi anak kita dari bahaya kekerasan.

1. Berkomunikasilah kepada anak, kapan-pun, di mana-pun. Baik saat anak bermain, saat mengantar anak sekolah dan saat pulang sekolah. Hal ini penting agar kita tahu apa saja yang di alami anak kita sehari-hari.

2. Bersikaplah tenang dan jangan panik saat sang anak menceritakan sesuatu yang kurang berkenan tentang kejadian yang dialaminya. Hal ini agar anak merasa senang bercerita dan tidak tertekan saat menceritakan apa yang di alaminya.

3.Bagaimana jika anak sudah bercerita atau menanyakan sesuatu yang berhubungan dengan organ reproduksi, masalah seksual dan pornografi...?. Seperti langkah kedua, tetaplah bersikap tenang dan coba gali secara perlahan darimana dia mendapatkan informasi tersebut. Berpikirlah positif, bahwa mungkin ini adalah saat yang tepat untuk menceritakan kepada anak tentang masalah tersebut. jelaskanlah secara logis agar anak tidak bingung.

4. Ajarkan anak anda tentang area sensitifnya seperti mulut dada, kemaluan, pantat/anus adalah tempat yang tidak boleh di jamah oleh siapapun termasuk guru, saudara, dan orang dekat.

5. Ajari anak agar memakai pakaian yang tidak meng-ekpos daerah sensitifnya.

6. Buat anak anda merasa nyaman untuk bercerita apa saja yang di alaminya. Yakinkanlah bahwa anda adalah orang bisa menjadi pelindungnya di setiap saat.

7. Carilah tahu mengapa sang anak tidak mau bertemu, bermain dan merasa tidak nyaman terhadap seseorang atau temannya.
8. Ajari anak anda agar lebih waspada terhadap siapapun, baik kepada orang yang di kenal maupun orang asing.

9. Ajari buah hati anda agar Berteriak atau berkata Tidak bila ada orang yang melakukan sesuatu yang membuat dia sakit atau tidak nyaman.

10. Ajari anak anda untuk melapor apabila melihat sesuatu tindak kekerasan dan kejahatan yang menimpa teman-temannya.

11. Amati perubahan emosi anak. Tiba-tiba anak menjadi pendiam, pemurung bahkan marah-marah, maka galilah secara perlahan mengapa dia begitu.

12. Amati perubahan fisik anak. Bertanyalah apabila di tubuh anak terdapat luka, seperti lebam dan luka fisik lainnya. (Yanuar Yudha)   

Berita Terkait Lainnya :
Pemkot Surabaya Resmikan Call Center Halo Anak Surabaya
Membangun Karakter Sejak Pendidikan Anak Usia Dini
Tips Merencanakan Anggaran Pendidikan Anak
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar