Batik Tulis Lansia Kedung Baruk Khas Surabaya

Batik Tulis Lansia Kedung Baruk Khas Surabaya

Batik Tulis Lansia Kedung Baruk Khas Surabaya

Swaraguna - Motif Batik Indonesia semakin lama akan semakin kaya. Ini bisa di buktikan dengan munculnya desain-desain batik tulis dari kota atau daerah yang dulunya bukanlah di kenal sebagai daerah penghasil batik. Salah satunya Kota Surabaya, dimana saat ini saja, sudah terdapat beberapa motif batik yang coba di kembangkan oleh para pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM). Hal ini sejalan dengan apa yang di harapkan oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini, bahwa Surabaya harus bisa bersaing dengan kota lain bahkan dengan negara lain untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Baca : Chasing Batik Yang Centil

Nama Batik Tulis Lansia Kedung Baruk ini di ambil dari para pekerja batik yang kebanyakan berusia lansia. Sedangkan nama Kedung baruk berasal dari tempat tinggal mereka yaitu kawasan Kedung Baruk Surabaya. Pencetus usaha Batik Tulis ini adalah Sri Winarni, 48, yang pada tahun 2013 beliau bekerjasama dengan koleganya yaitu Marsidi mencoba mendirikan usaha batik Tulis di wilayah Kedung Baruk. Berawal dari beberapa kompor, wajan dan tiga helai kain putih, Sri mengajak Lansia yang ada di daerahnya untuk menjadi anak didiknya. "Selama ini para lansia dilingkungan Kedung Baruk hanya bekerja sebagai asisten rumah tangga, dengan ketrampilan yang saya ajarkan, semoga nantinya mereka bisa menjadi usahawan Batik sendiri" jelas Sri.

Bukan perkara yang mudah untuk mendidik para lansia ini. "Harus telaten mas, namanya juga sudah usia"ujarnya. Seiring dengan berjalannya waktu, para lansia ini makin mahir untuk menggoreskan canting pada kain batik. Bahkan Sri juga mempersilahkan para anak didiknya untuk mengerjakan "garapan" batik di rumah masih-masing, kecuali untuk pewarnaan dan penghilangan malam.

Dalam sebulan rata-rata kain batik yang di hasilkan oleh Sri Winarni berkisar hingga 70 lembar. Motif khas kain batik ini adalah khas kelautan, seperti pola kerang, ikan, hingga rumput laut. Hal ini di karenakan letak Kedung Baruk ,Kecamatan Rungkut yang dekat dengan daerah pesisir. " Untuk motif kita ga ada pakem seperti batik Jawa Tengah, terserah pada pembuatnya saja, asalkan tetap motif laut" jelas Sri. 

Untuk harga, Motif Batik Tulis ini di bandrol Rp 250 Ribu hingga Rp 300 Ribu. Selain rajin mengikuti pameran yang di selenggarakan oleh Pemkot Surabaya, Sri juga menitipkan kain batiknya di Sentra UKM Merr. " Jadi yang mau membeli Batik Tulis Lansia Kedung Baruk khas Surabaya, silahkan langsung ke Merr" pungkasnya. (Yanuar Yudha)  
        
Berita Terkait Lainnya : 
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar