Galakkan Gerakan Perempuan Anti Korupsi

Galakkan Gerakan Perempuan Anti Korupsi

Galakkan Gerakan Perempuan Anti Korupsi

Swaraguna - Korupsi adalah penyakit kronis yang sudah men-jangkiti bangsa ini. Bahkan banyak orang yang mengungkapkan bahwa korupsi adalah budaya yang sudah melekat pada bangsa Indonesia. Beragam cara telah di tempuh untuk menghapus penyakit korupsi ini, baik melalui jalur hukum maupun penyuluhan-penyuluhan. Namun korupsi masih juga tidak bisa hilang dari Indonesia. Oleh karena itu saat ini Komisi Pemberantas Korupsi telah meluncurkan Gerakan Saya perempuan Anti Korupsi (SPAK). Gerakan yang di mulai sejak tahun 2014 ini telah banyak melatih agen SPAK dari 13 propinsi dari berbagai latar belakang seperti PNS, Mahasiswa, Dosen, Aktivis, Tokoh Agama dan Pengusaha. 

Baca : Surabaya Single Window, Urus Izin Secara Online

KPK menilai bahwa peran seorang wanita sangatlah penting dalam proses pencegahan korupsi. Melalui perannya sebagai seorang ibu, istri dan tokoh masyarakarat di harapkan seorang wanita mampu menciptakan tatanan masyarakat yang bersih dari korupsi mulai dari tingkat keluarga hingga lingkungan sekitarnya. Adnan pandu Praja, wakil ketua KPK mengatakan bahwa Kota Surabaya merupakan kota yang ke-9 di Jawa Timur untuk menciptakan kader SPAK ini.

"Cara mempengaruhi yang efektif dalam sebuah keluarga adalah dari perempuan" jelas Walikota Surabaya Tri Rismaharini dalam seminar perempuan Anti Korupsi di Graha Sawunggaling Pemkot Surabaya. Risma juga telah berusaha menerapkan praktik anti korupsi di jajarannya. "Saya sudah tegaskan kepada para staff saya, Camat dan Lurah, agar menjaga diri dari harta yang tidak jelas, kalau tidak mampu menjaga dirinya dari korupsi, silahkan keluar" tegasnya. Risma sangat berharap Surabaya akan menjadi kota yang bebas korusi dan menjadi contoh bagi kotan lainnya. (Yanuar Yudha)      

Berita Menarik Lainnya : 

 
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar