Pijat Bayi, Bangun Interaksi Ibu Dan Anak

Pijat Bayi, Bangun Interaksi Ibu Dan Anak

Pijat Bayi, Bangun Interaksi Ibu Dan Anak

Swaraguna - Terkadang sebagai orang tua kita merasa takut atau terlalu sibuk untuk sekedar memijat buah hati kita. paling sering kita akan memanggil dan menyerahkan balita kita untuk di pijat oleh ahli pijat/dukun pijat bayi. Padahal inilah salah satu cara orang tua untuk menjalin ikatan batin dengan sang anak. Niniek Soetini selaku Ahli Fisioterapis mengungkapkan bahwa dengan memijat maka akan ada interaksi yang cukup intim antara orang tua dan anak.
Niniek menerangkan bahwa cara memijat bayi yang benar adalah satu jam setelah sang anak makan atau minum susu. "Jadi pastikan perut buah hati anda tidak dalam keadaan kosong, selain itu anak harus dalam keadaan tenang, kalau rewel malah bisa kembung perutnya" jelasnya. Dengan melakukan pemijatan, sang anak akan merasakan kenyamanan akan sentuhan ayah ataupun ibunya. Bahkan kita juga bisa mengajak-nya untuk bercakap-cakap ataupun sekedar bercanda, karena ini nantinya akan membangun juga kedekatan komunikasi antara orang tua dan anak. Hal ini juga akan mempengaruhi tumbuh kembang anak kedepannya.

Untuk awalnya, para orang tua bisa memijat bayi untuk jangka pendek saja, yaitu selama 15 menit. Untuk gerakannya bisa meniru gerakan pijat yang di lakukan oleh para terapis. Niniek Soetini yang telah meraih gelar master dalam Fisiologi Olahraga Universitas Udayana Bali ini juga sering membantu pasangan yang ingin belajar memijat. Biasanya beliau bisa di temui di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kendangsari Merr.(Yanuar Yudha) 

Berita Terkait Lainnya :
Pemerintah Kampanyekan ASI Bagi Anak Usia Emas
Kegiatan Posyandu Sartika Gunung Anyar Tambak
Raperda Gizi Untuk Meningkatkan Kualitas Masyarakat
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar