Kemarau Panjang Di Jatim Ancam Lahan Pertanian

Kemarau Panjang Di Jatim Ancam Lahan Pertanian

Kemarau Panjang Di Jatim Ancam Lahan Pertanian

Swaraguna - Pada tahun 2015 ini di perkirakan musim kemarau akan berlangsung lebih panjang dari dua tahun sebelumnya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur memperkirakan kekeringan yang melanda Jawa Timur akan berlangsung lama dan lebih parah dari tahun sebelumnya. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari Badan Metereologi,Klimatologi dan Geofisika yang menyatakan bahwa hari tanpa hujan akan berlangsung hingga bulan Nopember mendatang.
Masa kemarau ini mengakibatkan lahan sawah seluas 27.296 hektar mengalami kekeringan. Sudharmawan, Kepala BPBD Jawa Timur mengungkapkan, total luas lahan pertanian yang meliputi padi, kedelai, kacang tanah, jagung dan kacang hijau di Jatim mencapai seluas 2,1 juta hektar. Lahan padi yang mengalami kekeringan tersebar di 24 kabupaten/kota diantaranya yaitu Kediri, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, Tuban, Bojonegoro, Lamongan,  Pacitan, Magetan, Ngawi, Ponorogo,   Nganjuk, Tulungagung, Trenggalek, Malang, Bangkalan, Madiun, Pasuruan, Pamekasan, Sampang, Sumenep, Surabaya dan Kota Kediri. Meskipun mengalami kekeringan BPBD sampai saat ini belum menerima adanya kasus gagal panen akibat kekeringan ini.
Meski memasuki masa kemarau kondisi 17 waduk di Jawa Timur masih dalam keadaan normal, hanya ada 3 waduk yang kondisinya airnya memauki fase siaga. Selain waduk, lima sungai utama di Jawa Timur juga masih normal. Sungai Brantas masih mampu menyokong tujuh waduk yang ada di sepanjang aliran sungai tersebut. Sungai Bengawan Solo mampu mengaliri 10 waduk. Sungai Pakelan Sampean juga masih mampu mengaliri dua waduk. Untuk Sungai Madura masih mampu mengaliri satu waduk. "Sebanyak 197 embung geomembran yang ada juga masih berisi air semuanya," jelas Sudharmawan, Kepala BPBD Jawa Timur.  
Untuk mengatasi bencana kekeringan ini BPBD telah mempersiapkan sarana prasarana untuk droping air seperti tandon, jeriken, jaringan perpipaan dan membangun 200 embung geomembran. bahkan Pemprov Jatim telah meng-alokasikan dana kedaruratan sebesar sebesar 100M lebih untuk mengantisipasi kekeringan ini. (Yanuar Yudha)

Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar