Pilkada Surabaya Di Tunda, Walikota Surabaya Akan kerja Di Amerika..?

Pilkada Surabaya Di Tunda, Walikota Surabaya Akan kerja Di Amerika..?

Pilkada Surabaya Di Tunda, Walikota Surabaya Akan kerja Di Amerika..?

Swaraguna - Setelah melalui beragam peristiwa politik yang ada, akhirnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan bahwa Pilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk kota Surabaya akan di tunda pada tahun 2017 mendatang. Peristiwa terakhir yang membuat Pilkada Surabaya di tunda adalah menghilangnya calon wakil walikota Haries Purwoko yang merupakan pasangan dari Dhimam Abror pada saat akan menandatangani berkas persyaratan. Peristiwa ini terjadi pada saat detik-detik akhir pendaftaran cawali dan wawali di kantor KPU.

Sejarah Pemilu Di Indonesia

Dengan keputusan penundaan Pilkada Surabaya ini, maka sesuai dengan peraturan yang ada, pada Bulan September 2015 mendatang Kota Surabaya akan di pimpin oleh seorang Pelaksana Tugas (Plt) yag di tunjuk oleh Provinsi. Hal ini dikarenakan masa tugas Tri Rismaharini , selaku Walikota Surabaya akan habis pada 28 September 2015. Melihat hal tersebut banyak kalangan yang khawatir akan pembangunan kota Surabaya kedepan, karena seorang Plt tentunya tidak akan bisa mengambil keputusan strategis terkait dengan pembangunan Kota Surabaya.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Surabaya  Tri Rismaharini mengungkapkan bahwa dirinya tidak kecewa dengan adanya penundaan ini. "Terus piye maneh, mungkin ini memang kehendak Tuhan yang terbaik" tuturnya. Ketika di tanya apa rencana beliau setelah pencalonannya sebagai walikota tertunda, Risma menjawab dengan tegas bahwa dirinya akan bekerja pada perusahaan swasta. "Siapa tahu saat itu saya sudah bekerja di Amerika"sahutnya sambil terkekeh. Selain bekerja di perusahaan swasta Risma juga telah mendaftar sebagai dosen di Institut Sepuluh Nopember Surabaya.

Lantas, bagaimana dengan Pilwali 2017 mendatang...?. Risma mengatakan bahwa dia tetap akan mencalonkan dirinya."Ini amanah pertanggung jawabannya kepada masyarakat dan Tuhan, jadi terserah mana yang terbaik nanti, saya masih komit untuk mengikuti pilwali pada 2017 mendatang, tapi tidak ambisi, kalau ambisi nanti langkah saya ngawur" jelasnya.

Hingga 28 September 2015 mendatang nanti, Risma akan menuntaskan masalah krusial yang belum terselesaikan di Kota Surabaya. Diantaranya Trem, Underpass Jalan Mayjend Sungkono, program menjadikan Rumah Sakit Dr Soewandhie menjadi Rumah Sakit Pendidikan, ijin TPA Pembangkit listrik dan meneruskan pembangunan Lingkar Luar Barat dan Lingkar Timur. (Yanuar Yudha)
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar