Membuat Batik Indonesia Di Rumah Batik Jawa Timur

Membuat Batik Indonesia Rumah Batik Jawa Timur

Membuat Batik Indonesia Di Rumah Batik Jawa Timur

Swaraguna - Batik Indonesia adalah kesenian asli bumi pertiwi, bahkan saat ini sudah tercatat sebagai salah satu warisan dunia yang di akui oleh dunia melalui UNESCO. Di Jawa timur sendiri banyak kita jumpai ragam motif batik tulis yang sangat indah. Meski demikian ternyata perhatian dan pelestarian akan kekayaan seni batik tulis ini sangatlah kurang. Hal inilah yang mendorong Faega Ismail untuk mendirikan Rumah Batik Indonesia Jawa Timur pada tahun 2008 yang peresmiannya di lakukan oleh Gubernur Jawa Timur saat itu, Imam Utomo. Saat itu alamat Rumah Batik masih di jalan Dukuh Kupang. Untuk saat ini sudah berpindah tempat di jalan Margorejo 143, Surabaya.
Di Jawa Timur motif baju batik tulis kebanyakan di dominasi oleh motif pesisir, yang kaya akan warna. Koleksi batik tersebut berasal dari kabupaten/kota di Jawa Timur, seperti Bojonegoro, Sidoarjo, Ponorogo, hingga beberapa batik Madura dan Jawa Tengah. Rumah Batik ini awalnya di dirikan oleh Faega ismail , yang sekarang di teruskan oleh Syarif usman yang merupakan generasi kedua.   

Di Rumah Batik ini selain ruang pamer, juga di lengkapi ruang produksi yang hampir seluruhnya di dominasi oleh batik tulis. Untuk mendapatkan kain batik Indonesia berukuran 2 meter persegi atau satu model baju batik di butuhkan waktu sekitar 2 minggu. Ada beberapa tahapan mulai dari pola,membatik, mewarnai dan terakhir finishing. "Untuk harga bervariasi mulai 80ribu hingga jutaan rupiah, tergantung dari jenis kain dan motif batiknya"tutur Syarif. 

Para pengunjung juga bisa mendapatkan pelatihan membatik di Rumah batik ini. Ada 3 macam paket yang di tawarkan yaitu paket 3 jam pertemuan, paket 3 kali pertemuan dan paket 6 kali pertemuan. "Para turis asing kebanyakan memilih paket pertama" jelas Syarif. Saat ini Rumah Batik Jawa Timur ini sering di kunjungi oleh wisatawan luar negeri, setiap minggu selalu ada sekitar 25 hingga 50 orang turis yang datang dan mengikuti pelatihan. "Untuk komposisi pengunjung yang lebih banyak justrus wisatawan asing daripada lokal" jelas Fitriana, istri dari Syarif Usman sambil mengarahkan salah satu turis asal Jepang yang seddang mengikuti pelatihan batik. (Yanuar Yudha)    
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar