Ternyata Di Kota Surabaya Terdapat Benteng peninggalan Belanda

Ternyata Di Kota Surabaya Terdapat Benteng peninggalan Belanda

Ternyata Di Kota Surabaya Terdapat Benteng peninggalan Belanda

Swaraguna - Ternyata masih banyak kekayaan sejarah yang masih tersinpan di Kota pahlawan ini. Hal ini seperti yang di ungkap oleh  Komunitas pecinta sejarah dari Roode Brug (Jembatan Merah) Soerabaia yang menemukan sedikitnya ada 11 benteng kuno tersebar di kawasan Surabaya. meskipun di bangun pada tahun 1900, namun benteng-benteng peninggalan Belanda ini kondisinya masih banyak yang utuh. Pada masanya benteng ini dibangun untuk membantu dalam persiapan perang dunia kedua.
Namun benteng itu tak sampai digunakan oleh Belanda, malah benteng itu dipergunakan oleh arek-arek Suroboyo untuk mengusir tentara Inggris yang mencoba masuk ke Kota Surabaya pada tahun 1945. Lokasi dari Benteng ini, dibangun di sepanjang pesisir pantai Surabaya mulai dari Gresik hingga Kedung Cowek. Di Kota Gresik, benteng ini dibangun mulai dari sebuah benteng yang kini dikenal sebagai benteng Ludewijk, hingga ke Benteng Desa Indro. Namun benteng di Desa Indro ini sudah sulit ditemukan karena sudah beralih fungsi sebagai pemukiman.

"Selain di sisi pesisir Surabaya, Belanda juga membangun di pesisir pulau Madura, pembangunan ini bertujuan untuk mengamankan Surabaya dalam pertempuran," kata Ady Setyawan, pendiri Roode Brug Soerabaia.  Di Madura, benteng-benteng dibangun di Karang Jamuang, di Ujung Piring, Mudung, Batu Poron, serta beberapa titik lainnya. Total benteng yang di bangun Belanda di Surabaya ada tiga, Madura ada enam dan Gresik dua .

Di Surabaya, tiga Benteng yang dibangun hingga saat ini kondisinya masih ada dan berdiri dengan kokoh karena berada di dalam kompleks militer. Hanya saja kurang terawat. Tiga Benteng ini, diantaranya adalah Benteng yang berada di Kedungcowek, tepatnya di sisi timur Jembatan Suramadu dan berada di dalam kompleks militer Angkatan Darat di bawah naungan Paldam Kodam V/Brawijaya.

Benteng yang ada di Kedungcowek ini memiliki panjang sekitar 600 meter dengan lebar rata-rata sekitar 10 meter. Beberapa bangunan juga ditemukan menjorok ke lautan. Di Benteng ini juga ditemukan barak serta bangunan mirip dapur. Sedangkan yang lain berada di kawasan Bulak Banteng tepatnya di dalam kawasan Armada TNI AL Kawasan Timur (Armatim).

Sedangkan satulagi juga berada di Armatim tepatnya di kawasan inti Armatim. Bahkan, benteng ini kini masih aktif digunakan dan dilengkapi dengan lorong-lorong bawah tanah dan senjata yang masih aktif digunakan.

Untuk menguji kebenaran dari temuan ini, komunitas Roode Brug Soerabaia bahkan sampai pergi ke Cilacap, Singapura dan Belanda. Komunitas Roode Brug berharap pemerintah bisa merawat benteng-benteng ini sehingga akar sejarah Surabaya tak sampai terputus. (Yanuar Yudha)
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

1 comments: