Dari Sampah Menjadi Baju Pentas

Dari Sampah Menjadi Baju Pentas

Swaraguna - Pernahkan anda melihat acara yang di gelar biasanya di gelar oleh Pemkot Surabaya, seperti pahlawan ekonomi ,Surabaya Green and Clean dan perlombaan-perlombaan lainnya. Dalam acara tersebut anda pasti melihat adanya suporter yang biasanya terdiri dari kelompok ibu-ibu yang mengenakan baju dari kerajinan daur ulang. Kostum-kostum tersebut terdari dari warna-warna yang mencolok dan bentuknya sangat unik. 

Siapa yang menyangka kalau kostum warna-warni tersebut ternyata terbuat dari sampah kemasan detergen, botol plastik, bungkus shampo dan bungkus wadah makanan atau minuman. Adalah Sri Yani salah satu warga dari kampung Jojoran III yang mampu menggalang sekelompok ibu-ibu rumah tangga di sekitarnya untuk membuat usaha dari sampah rumah tangga. Sampah rumah tangga itu mereka olah menjadi kostum, tas belanja hingga tas koper. "Banyak sekolah-sekolah yang menyewa kostum yang kami buat, lumayan uangnya bisa masuk ke kas warga" jelas Asri hardini, salah satu fasilitator kelurahan Mojo. 

Untuk melengkapi sarana pengolahan sampah, kampung Mojo ini juga telah mempunyai Bank Sampah untuk menampung sampah rumah tangga yang tidak bisa di olah lagi. Selain mengolah sampah, kampung Mojo ini melakukan urban farming seperti menanan tanaman markisa yang buahnya bisa di buat sirup dan kebun toga serta tanaman sayur lainnya. "Apapun yang ada di sekitar kita, pasti kita olah, hasilnya lumayan bisa untuk membangun kampung agar lebih baik lagi" terang Asri  
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar