Gunung Anyar Semakin Padat Dan Menjulang

Apartemen Gunung Anyar

Gunung Anyar Semakin Padat Dan Menjulang

Swaraguna - Perkembangan wilayah Gunung Anyar saat ini sudah terbilang amat pesat. Ini bisa tampak dari maraknya pembangunan pemukiman yang ada di kecamatan paling timur Kota Surabaya ini. Pembangunan jalan Merr 2C dinilai sebagai pemicu dari pesatnya pembangunan yang ada. Di tambah lagi rencana pembangunan Jalur Lingkar Luar Timur (Outer Ring Road) yang akan menghubungkan Bandara Juanda hingga ke pantai Kenjeran mengakibatkan harga tanah di Kecamatan yang masih mempunyai "situs gunung" yang sampai sekarang masih mengeluarkan lelehan lumpur ini merangkak naik. Untuk tanah kavling harga Per-meternya saat ini bisa mencapai hingga Rp 2.000.000,-   
Saat ini banyak sekali pengembang yang membangun propertinya, seperti rumah, ruko maupun apartemen. Tercatat ada beberapa apartemen yang akan di bangun beberapa apartemen di kawasan Gunung Anyar ini, beberapa di antaranya :
1. Apartemen Menara Rungkut       
Apartemen ini berada di Jl. Kyai Abdul Karim No.37-39. Bertempat di bekas kantor harian surat kabar surya, property ini tampak menjulang tinggi. 
2. Apartemen Puri Mas
Sesuai dengan namanya apartemen ini berada di dalam komplek perumahan Puri mas yang terletak di jalan Rungkut Madya.
3. Apartemen New Mount Avatar 
Apartemen ini terletak di Kelurahan Gunung Anyar tambak yang dekat dengan jalan Outer Ring Road
4. Apartemen Surabaya Sipoa City
Apartemen ini terletak rencana akan di bangun Kelurahan Gunung Anyar tambak yang berada dekat jalan Outer Ring Road
5. Apartemen Royal Park Vilage
Apartemen ini berada di dalam kompleks perumahan Modern Royal Park Residence kelurahan gunung Anyar Tambak
6. Apartemen Puri City
Apartemen ini juga akan di bangun di dalam komplek perumahan Puri Mas dan akan di lengkapi dengan mall berkelas Internasional.
 
Pembangunan pemukiman yang menjulang tinggi ini tentu saja akan memberikan dampak kepada masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal yang langsung bisa di rasakan adalah melejitnya nilai pajak PBB yang di harus di bayarkan warga. Bisa naik secara signifikan, hal ini juga menandakan harga property warga harganya sudah merangkak naik. Saat ini harga rumah baru type 36 bisa mencapai kisaran Rp 500-jutaan per-unitnya.
 
Dampak yang paling di takutkan dari pembangunan ini adalah rusaknya ekosistem dari dareah mangrove yang merupakan wilayah konservasi alam. Untuk itu perlu adanya aturan yang tegas dari Pemkot Surabaya agar wilayah konservasi pantai atau Mangrove yang ada tidak di langgar oleh para pengembang dan tetap bisa menjaga kelestarian alam. Karena apabila tidak di pikirkan dengan baik maka bahaya banjir akan bisa menyerang setiap musim penghujan dikarenakan kurangnya daerah resapan air. (Yanuar Yudha)   
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar