Kota Surabaya Resmikan Nomor Darurat Siaga Bencana 112

Kota-Surabaya-Resmikan-Nomor-Darurat-Siaga-Bencana-112

Kota Surabaya Resmikan Nomor Darurat Siaga Bencana 112

Swaraguna - Meskipun Kota Surabaya bukan termasuk dalam kota yang berada di daerah deretan Gunung Berapi dan jarang terjadi gempa bumi, bukan berarti Kota Terbesar ke-2 di Indonesia ini harus lalai terhadap yang namanya bencana. Bencana tidak harus melalui gunung berapi atau gempa bumi, bahaya kebakaran ataupun sekedar pohonyang tumbang adalah bencana yang harus mendapatkan penanganan secepatnya. Karena hal itu bisa mengakibatkan kerugian harta maupun hilangnya yawa seseorang. Oleh karena itu saat ini Surabaya meluncurkan sistem informasi manajemen cepat dan tanggap (SIAGA ). KOta Surabaya adalah kota pertama di Indonesia yang telah mempunyai sistim tanggap darurat ini
Peluncuran SIAGA ini di hadiri oleh staf ahli menteri bidang komunikasi dan media massa, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Henry Subiakto. Nomor darurat bencana ini adalah 112, dan rencananya nomor ini akan di gunakan untuk nomor darurat bencana di seluruh kota di Indonesia, dan nantinya akan di sambungkan dengan crisis center sesuai dengan daerahnya masing-masing.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dalam pidatonya menceritakan, bahwa saat ini masyarakat masih kebingungan harus menelepon siapa jika terjadi bencana. "Misalnya jika terjadi kebakaran, biasane warga bingung harus menelpon kemana,  nomor pemadam kebakaran kan banyak, tergantung wilayahnya, nah itu yang buat masyarakat bingung, belum lagi kena biaya pulsa, maka untuk nomor telephon 112 ini gratis, alias bebas pulsa" tutur TriRismaharini. 

Kedepan di setiap dashboard mobil pemadam kebakaran akan memberikan informasi tentang lokasi-lokasi  titik  air dan rute terdekat menuju lokasi kebakaran. Teknisnya setelah ada laporan masuk maka Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) bisa mengirimkan sinyal kepada dinas yang terkait. Selain bebas pulsa nomo 112 ini bebas dari gangguan sinyal (blankspot) karena terkoneksi langsung dengan satelit. (Yanuar Yudha)

Lantas bagaimana jika menerima laporan palsu...?. "Tidak apa-apa bila tertipu, lebih baik tertipu daripada terlambat datang ke lokasi kejadian" tutur Risma.  (Yanuar Yudha)

Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar