Lahan Masih Sengketa, SMPN Gunung Anyar Urung Di Bangun

Lahan Masih Sengketa, SMPN Gunung Anyar Urung Di Bangun

Lahan Masih Sengketa, SMPN Gunung Anyar Urung Di Bangun


Swaraguna - Saat ini Gunung Anyar merupakan satu-satunya kecamatan yang belum mempunyai SMPN dan SMAN. Padahal jika di lihat tetangga sebelahnya yaitu kecamatan Rungkut, saat ini sudah memiliki 2 SMPN (SMPN 23 dan SMPN ) dan 1 SMAN (SMAN 17). Keadaan ini tentunya sangat menyulitkan bagi anak-anak sekolah wilayah Gunung Anyar , karena harus menempuh perjalanan yang cukup jauh apabila ingin bersekolah.  

Lahan di gugat, smpn gunung anyar urung di bangun

Sebenarnya pada tahun 2013, Pemkot mempunyai rencana untuk membangun SMPN di kawasan Gunung Anyar. Lokasinya berada di Bekas Tanah Kas Desa (BTKD) seluas 4000 meter persegi. Tanah tersebut bekas dari bangunan Yayasan Persatuan Bekas Gerilya dan Angkatan Perang Republik Indonesia (PB Gedapri) yang  menaungi para veteran yaitu Gedapri. 

Lambatnya proses pembangunan ini di karenakan terdapat gugatan dari Gedapri yang sampai sekarang masih dalam tahap persidangan. "Sebenarnya Pekot sudah memenangkan gugatan tersebut, tetapi pihak penggugat pilih naik banding, ini yang menyebabkan prosesnya masih lama, padahal warga Gunung Anyar sudah membutuhkan adanya Sekolah SMPN ini" jelas camat Gunung Anyar Dewanto Legowo.

Lilik Arijanto selaku Bidang Pemukiman Dinas Pekerjaan Umum, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya mengungkapkan bahwa sebenarnya pada tahun 2014 sudah di anggarkan Rp 3 Milyar untuk pembangunan SMPN tersebut, tetapi karena urung di bangun dana tersebut masuk ke sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa). "Tentunya jika masalahnya sudah klir, anggarannya akan di turunkan lagi" jelasnya.   

   
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar