Chusniyati, Sang Pembersih Mangrove

Chusniyati, Sang Pembersih Mangrove

Chusniyati, Sang Pembersih Mangrove

Swaraguna - Di awali dengan "sumpek"nya melihat banyaknya sampah yang ada di sungai depan rumahnya, membuat Chusniyati tergerak untuk memungutnya satu persatu hingga tuntas. "Dulu sampah di sini sampai membuat sungai penuh, baunya tidak enak dan banyak lalat dan nyamuk" jelas perempuan berusia 41 tahun ini. Memang lokasi rumah Chusniyati  letaknya berhadapan dengan aliran sungai yang berada di kawasan Mangrove Gunung Anyar.
Pada awal Chusniyati bergerak untuk memungut sampah, dalam sehari beliau bisa memungut hingga sampai 15 kilogram. Hal itu di lakukannya hampir tiap hari mulai dari sampah yang ada di depan rumahnya hingga sampai ke daerah pesisir Mangrove. Sampah-sampah yang di kumpulkannya itu kemudian di pilah. "Kalau yang bisa di jual, langsung di jual, yang ga bisa di jual ya saya bakar "tuturnya mengenang perjuangannya dahulu.

Sadar bahwa dia tidak akan bisa selamanya sendirian untuk membersihkan tumpukan sampah di sekitar mangrove, Chusniyati segera mengajak masyarakat di sekitarnya untuk mengikuti kegiatannya. Ternyata bukan hal mudah untuk mengajak warga sekitar. Akhirnya perempuan kelahiran 8 Februari 1974 itu berinisiatif mendirikan bank sampah yang di beri nama Bintang Mangrove. Proses pendirian Bank Sampah Bintang mangrove ini mendapatkan bantuan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). 

Dengan adanya bank Sampah ini, minat warga untuk membersihkan sampah semakin meningkat. Saat ini nasabah Bank Sampah Bintang Mangrone sekitar 200 orang dengan omzet sebesar Rp 3 juta per-bulan. Sampah yang di hasilkan bisa mencapai 1 ton tiap bulannya. Bintang Mangrove ini mempunyai program unik, yaitu warga bisa membayar listrik dengan sampah yang di kumpulkannya. 

Saat ini Chusniyati berupaya untuk mendidik warga sekitarnya mengenai pengolahan sampah. "Saya nembaknya ke anak-anak, karena merekalah generasi muda yang akan meneruskan langkah saya nanti" tutur Chusniyati. (Yanuar Yudha)     

  
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar