Surabaya Akan Kembalikan Jalan Tunjungan Ke Masa Jaya

Surabaya Akan Kembalikan Jalan Tunjungan Ke Masa Jaya

Swaraguna - "Rek Ayo Rek , Mlaku-Malku nang Tunjungan"....itu adalah sepenggal syair lagu yang sangat terkenal pada jamannya dan paling menggambarkan tentang kondisi Kota Surabaya pada waktu dulu. Waktu di mana Jalan Tunjungan masih menjadi pusat kota dan pusat perekonomian dari Surabaya. Karena menjadi pusat perekonomian maka tidak heran di sekitaran Jalan Tunjungan di penuhi oleh banyak toko yang menjual segala kebutuhan warga kota.
Namun sayangnya semakin lama ketenaran Jalan Tunjungan semakin memudar. Toko-toko yang adapun beberapa nampak mangkrak dan penampakannya terkesan suram dan tidak terawat. bahkan sebagian di tutupi fasad yang terbuat dari seng, sehingga malah menutup keoriginalitas bentuk toko aslinya. Padahal banyak kenangan manis warga kota yang ada di Jalan Tunjungan ini.

Untuk kembali menghidupkan kawasan Tunjungan ini Pemkot Surabaya sedang menyiapkan desain besar untuk membangun segi tiga emas di Kota Surabaya. Kawasan tersebut meliputi Jalan Tunjungan, Embong Malang dan Blauran. Konsepnya adalah menyatukan kawasan modern dan bangunan-bangunan bersejarah yang ada di sekitarnya. " Kita kepengennya bisa melihat banyak orang yang jalan-jalan lagi di kawasan Tunjungan " jelas Agus Imam Sonhaji, Kepala bappeko Surabaya.

Saat ini pemkot sudah mulai bekerja untuk memugar kembali kawasan Tunjungan, seperti melepas fasad-fasad seng serta mengecat kembali toko-toko yang ada di Jalan Tunjungan. Seperti yang terjadi pada toko Tjantik yang sekarang lebih cantik dengan cat putih. Wiwiek Widayati selaku Kepala Dinas dan Pariwisata mengatakan bahwa dalam melakukan "Reinkarnasi" kawasan Tunjungan ini tidaklah mudah, namun dia banyak di bantu oleh pemerhati cagar budaya serta komunitas-komunitas yang peduli pada cagar budaya Surabaya. Salah satu komunitas yang sukarela membantu merenovasi kawasan Tunjungan ini adalah "Rek Ayo Rek Mlaku-Malku nang Tunjungan" yang di ketuai oleh Cak Mamed Budiarto. 

"Kedepan kamiberharap bahwa kawasan segi tiga emas ini akan menjadi salah satu wisata heritage dan wisata kuliner yang aman dan nyaman bauk bagi warga kota Surabaya maupun bagi wisatawan" tutur Wiwiek. (Yanuar Yudha)        
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar