Drama Kolosal Surabaya Membara Gambarkan Pertempuran Di Gedung Internatio

Drama Kolosal Surabaya Membara Gambarkan Pertempuran Di Gedung Internatio

Drama Kolosal Surabaya Membara Gambarkan Pertempuran Di Gedung Internatio

Swaraguna - Pada Senin malam, tampak ratusan arek-arek Suroboyo mengepung dan membakar Gedung Internatio. Dengan bersenjatakan bambu runcing para pemuda seolah tidak gentar untuk menghadapi tentara Sekutu yang bermodalkan senjata canggih. Teriakan Takbir "Allahu Akbar" benar-benar telah membakar semangat para pemuda untuk menyerang Sekutu yang berada di dalam Gedung yang terletak di sudut jalan Heerenstraat dan Willemsplein, yang sekarang disebut jalan Jayengrono, Surabaya. Tepatnya berada di dekat Jembatan Merah Plaza dan Stasiun Jembatan Merah.
Di tengah petempuran tersebut, ada beberapa tentara pelajar yang menyusup ke dalam gedung dan berhasil melumpuhkan pertahanan Tentara Sekutu. Itulah gambaran Drama Kolosal Surabaya Membara yang di sajukan dengan cukup apik oleh lebih dari 800 warga Surabaya, yang terdiri dari pelajar,tentara dan beberapa komunitas yang ada di kota Pahlawan ini. Bahkan untuk memperkuat cerita, drama kolosal ini juga menggunakan Tank, Jeep tentara, efek kembang api serta bom asap. Tema yang di angkat dalam drama kolosal ini adalah Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP). Drama Kolosal Surabaya Membara ini di besit oleh Taufik Monyong selaku penulis naskah dan sutradara.

Animo masyarakat Surabaya terhadap Drama Kolosal Surabaya Membara ini sangat luar biasa, ini bisa di lihat dari berjubelnya penonton yang ada. Warga sangat senang dengan tontonan ini, berikut beberapa komentar penonton yang berhasil kami himpun. 

 "Bahkan kalau perlu setiap tahun wajib di adakan" kata Suproyono warga Tegalsari
" Seru dan gahar rek " jelas sherly warga Rungkut.

Memang, meskipun banyak peminat, ternyata banyak juga keluhan yang masuk melalui Fanpage facebook Kabar Surabaya. Mereka mengeluhkan kondisi penonton yang berjubel.  Rata-rata mereka merasa kurang nyaman kalau harus berjubel dan memberikan masukan supaya di berikan layar lebar bagi penonton agar tidak harus berdesakan. Berikut coment yang berhasil kami himpun dari Fanpage Facebook kabar Surabaya.

Fandi Arifin Arifin : Sayang tahun depan sdh tdk ada lagi event kayak gini,shrusx disediakan layar besar gak brjubel kasihan anak2 kecil,yg gak bisa nonton.trmasuk anak q min 
    Nisa Rachmania Ulfa : suasananya gak kondusif blas, yg tadi nya semangat nonton jadi males (Yanuar yudha)
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar