Kebiri Para Pelaku Kejahatan Seksual Anak

Kebiri Para Pelaku Kejahatan Seksual Anak

Kebiri Para Pelaku Kejahatan Seksual Anak

Swaraguna - Maraknya kejadian penculikan anak kerap membuat para orang tua menjadi resah terhadap keselamatan anaknya baik di sekolah maupun di lingkungan rumahnya.  Kejadian terakhir yang cukup membuat para orang tua merasa geram terhadap pelaku kekerasan terhadap anak adalah kasus kekerasan anak yang terjadi di Kota Jakarta, yaitu meninggalnya anak PNF yang oleh pembunuhnya jasadnya di bungkus di dalam kardus.
Kasus anak PNF ini bukan satu-satunya kejadian yang beritanya menghebohkan secara nasional, tengok saja bagaimana kejadian pelecahan seksual terhadap murid sekolah Jakarta International School dan kasus pembunuhan Angeline yang kasusnya saat ini memasuki masa persidangan. Ibarat gunung es kasus ini hanyalah pucuknya saja, dan di bawahnya masih terdapat puluhan kasus-kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di negeri ini.

Untuk kasus kejahatan seksual terhadap anak saat ini pemerintah sedang menggodok sebuah undang-undang yang nantinya akan memberikan hukuman tambahan bagi para pelaku kejahatan seksual terhadap anak, yaitu hukuman kebiri. Hukuman kebiri ini nantinya akan di berikan dengan tujuan menurunkan libido atau nafsu birahi para penjahat anak dengan cara menyuntikkan cairan kimia tertentu. "Kekerasan seksual saat ini menjadi kejahatan yang luar biasa, dan harus ditangani dengan cara yang luar biasa pula. Undang-Undang Perlindungan Anak kurang efektif untuk memberikan efek jera bagi para pelaku kekerasan. Makanya, kita terpikir memberi hukuman tambahan ," kata jaksa Agung M.Prasetyo.

Memang masih banyak pro dan kontra di masyarakat dalam menghadapi undang-undang tentang kebiri kimia ini. Namun demikian memang di perlukan sebuah tindakan yang amat sangat luar biasa yang di harapkan bisa menghindari dan menghentikan segala perilaku kekerasan seksual terhadap anak yang nantinya akan menjadi penerus pembangunan bangsa ini. (Yanuar Yudha)
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar