Pemkot Surabaya Gelar Lomba Rias Pengantin Dan Fasion Show Bagi Peserta Nikah Massal

Pemkot Surabaya Gelar Lomba Rias Pengantin Dan Fasion Show Bagi Peserta Nikah Massal

Pemkot Surabaya Gelar Lomba Rias Pengantin Dan Fasion Show Bagi Peserta Nikah Massal

Swaraguna - Tepat pada hari Ibu kemarin (22/12/2015) di Gedung Convention Hall Jl Arif Rahman Hakim mendadak ramai oleh lenggak-lenggok para model yang memperagakan pakaian pengantin dalam rangka lomba rias pengantin dan fasion show yang digagas Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya. Yang unik dari model tersebut ternyata rata-rata usia mereka berkisar 30 sampai 40 tahunan. 
Para pasangan yang menjelma menjadi model tersebut adalah 100 pasangan pengantin peserta nikah massal yang diselenggarakan Dinsos pada 13 November lalu. “Mereka ini pasangan suami-istri asli, bukan model peraga,” terang Kadinsos Surabaya Supomo. Untuk peryaratan mengikuti program nikah massal, pertama adalah warga Surabaya. Sudah menikah secara siri dan punya anak. Berstatus warga kurang mampu serta tidak boleh poligami/poliandri. Ditambah, melengkapi berkas administrasi seperti KTP dan kartu keluarga (KK).
Aziz Muslim selaku staf Dinsos, menuturkan, bahwa program nikah massal ini sudah dilaksanakan rutin sejak 2013. Namun, untuk lomba rias pengantin baru pertama diselenggarakan tahun ini. Untuk penyelenggaraan lomba rias pengantin ini diikuti oleh 100 perias. Selain itu, juga ada lomba fasion show bagi para pasangan pengantinnya. Untuk fasion show, dia menambahkan, yang dinilai adalah cara berjalan dan bagaimana para pengantin membawakan kostum dan riasannya.

Tujuan lomba rias dan fasion show pengantin ini adalah untuk memberikan momen spesial bagi peserta nikah massal. Di sisi lain, kegiatan ini di harapkan bisa menumbuhkan dan melahirkan perias hebat dari Kota Surabaya. Untuk pemenang lomba rias tahun 2015 ini. Juara I di gondol oleh Kel. Gundih Kec Bubutan, Juara 2 Kel. Bubutan Kec Bubutan dan Juara 3 Kec. Semampir.
Pj Walikota Surabaya Nurwiyatno dalam sambutannya, mengatakan bahwa peserta nikah massal sudah di berikan dokumen yang sah di mata negara, yaitu berupa akta nikah. Dokumen tersebutsangat penting sebagai syarat mengurus akta kelahiran anak. Hal itu dipandang penting, lantaran akta kelahiran merupakan prasyarat pengurusan beberapa dokumen untuk berbagai keperluan. Misalnya, surat ahli waris atau pun saat mengurus paspor. Oleh karenanya, Nurwiyatno berpesan kepada seluruh peserta nikah massal agar segera mengurus akta kelahiran bagi anak mereka.
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar