Aminah, Penjual Pecel Semanggi Ber-omzet 10Juta Per-Bulan

Aminah, Penjual Pecel Semanggi Ber-omzet 10Juta Per-Bulan

Swaraguna - Sebagai warga Kota Surabaya pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Pecel Semanggi. Kuliner Pecel Semanggi ini adalah makanan khas Surabaya yang berasal dari wilayah Surabaya Barat yaitu Benowo. Biasanya sang penjaja pecel Semanggi ini adalah ibu-ibu paruh baya dengan gendongan keranjang yang cukup besar. 1 porsi pecel Semanggi ini terdiri dari daun Semanggi, sedikit kecambah, adonan bumbu yang terbuat dari kacang dan ketela serta tak ketinggalan kerupuk puli ukuran besar yang akan di gunakan sebagai sendok. 
Namun jangan salah sangka dengan penjual Pecel Semanggi yang satu ini, yaitu Ibu Aminah. Wanita berusia 37tahun ini adalah penjual Pecel Semanggi dengan omzet 10 Juta/bulan. Bahkan dari usahanya beliau mampu membeli mobil BMW keluaran 2013. Saat ini banyak kalangan sosialita di Surabaya barat yang menjadi langganan tetapnya kala mengadakan acara open house, arisan, syukuran dan pengajian.

Festival Kuliner Khas Suroboyo

Usaha Pecel Semanggi Ibu aminah ini adalah usaha turun dari nenek - Ibu hingga di teruskan olehnya. "Dulu setiap pagi saya sering membantu ibu dan nenek untuk memetik daun semanggi di sawah milik keluarga di daerah Sambikerep , lalu membantu menyiapkan adonan, setelah semua siap baru saya berangkat sekolah " kenang Aminah. 
Di sela-sela interview wanita yang terlihat masih energik ini sesekali melirik ke HP dan membalas beberapa pesan yang masuk. " Ini termasuk cara jualan saya sekarang mas' tuturnya sambil memperlihatkan gadget androidnya. Aminah rupanya melakukan penjualan secara online guna menigkatkan penjualannya.

Awal perkenalan Aminah dengan dunia online tidak lepas dari keikutsertaannya dalam event Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM), yaitu Pahlawan Ekonomi. "Saya selalu aktif berjualan di acara tersebut, lalu Pemkot Surabaya bekerjasama dengan Toko Online Buka Lapak dan semua peserta dari pahlawan Ekonomi di daftarkan kesana" jelas Aminah.     
   
Tapi, singkirkan dahulu gambaran ibu-ibu penjual semanggi stereotip itu ketika bertemu dengan Aminah, 37 tahun. Berkerudung hijau seperti daun semanggi, penjual semanggi satu ini tak tampak memikul dagangan. Sesekali ia cukup mengecek pesanan melalui ponsel cerdasnya. “Saya bersyukur, karena zaman sekarang kalau mau jualan sudah makin mudah,” ujarnya, Rabu 9 September 2015.

Ditemui di rumahnya, Tempo menggali kisah Aminah, seorang penjual pecel semanggi secara online. Ia adalah pemenang Pahlawan Ekonomi, sebuah program yang diluncurkan Pemerintah Kota Surabaya sejak tahun 2010 guna membina pelaku Usaha Kecil, Menengah, dan Mikro (UMKM) di kalangan ibu rumah tangga. “Saya ikut Pahlawan Ekonomi sejak tahun 2010, waktu itu belajar usaha budidaya jamur tiram. Lalu baru tahun 2011 aktif berjualan semanggi,” katanya. " Dari sini akhirnya pemasaran saya lebih luas lagi" imbuhnya.
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar