PAUD Tidak Boleh Ajarkan Calistung

PAUD Tidak Boleh Ajarkan Calistung

PAUD Tidak Boleh Ajarkan Calistung

Swaraguna - Sebenarnya pelarangan pengajaran baca, tulis dan hitung (calistung) dalam pendidikan anak usia dini (PAUD) sudah pernah di sosialisasikan sejak era Mendikbud M.Nuh. Namun praktek di lapangan ternyata aturan tersebut banyak yang melanggarnya, sehingga Kemendikbud sekarang memberikan ketegasan pelarangan tersebut melalui surat edaran yang di berikan kepada seluruh PAUD.
Penegasan larangan ini di keluarkan oleh Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Haris Iskandar. Pelarangan dalam bentuk surat edaran tersebut langsung di tujukan kepada bupati/walikota, dinas pendidikan hingga semua pengelola PAUD di seluruh Indonesia. beberapa poin penting dalam surat edaran tesebut adalah :
1. Menumbuhkan Lebih banyak penguasaan kosakata
2. Mendongeng
3. Membacakan buku yang imajinatif, kreatif dan inovatif
4. Pengenalan bahasa ibu dan bahasa daerah
5.Mengenalkan lingkungan beraksara dengan mengajak berkomunikasi melalui dongeng dan menyanyi.
6. Tinggalkan mengajar membaca tanpa memperhatikan perkembangan anak
7. Tinggalkan memaksa anak belajar membaca bunyi, menulis dan berhitung tanpa makna
8. Tinggalkan memberikan lembar kerja berlebihan
9. Tinggalkan menganjurkan orang tua mengikutkan anaknya kursus membaca

Jenjang PAUD ini termasuk Taman kanak-kanak (TK), Kelompok bermain (Playgroup) dan sekolah sejenisnya. Saat ini masih banyak pelanggran yang d temukan terkait dengan aturan ini. "Bahkan para orang tua saat ini cenderung merasa malu kalau anaknya masuk TK tetapi belum bisa membaca dan berhitung "tutur Haris. Bahkan yang salah kapreh utnuk masuk SD murid baru sudah du tes membaca dan menulis. "Ke depan tidak lagi di perbolehkan penerimaan SD dengan tes calistung " tegas Haris.   
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar