Satu Lagi Sinetron Remaja Kena Tegur KPI

Satu Lagi Sinetron Remaja Kena Tegur KPI

Satu Lagi Sinetron Remaja Kena Tegur KPI

Swaraguna - Dunia per-sinetronan Indonesia kembali terkena semprit oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), sinetron tersebut adalah sinetron dengan judul "Anak Jalanan" yang sebenarnya memiliki rating bagus di televisi. Bukan hanya rating yang tinggi, sinetron ini juga mempunyai banyak penggemar di kalangan anak-anak hingga para ibu-ibu. 

Ada beberapa alasan mengapa KPI menegur sinetron yang bertemakan balap motor ini, yaitu :
  1. Terdapat adegan seorang pria mengucapkan kata "tolol" dan "bego".   
  2. Terdapat adegan seorang remaja wanita mencium pipi pasangannya
  3. Banyak di temukan adegan perkelahian antar geng motor.
Selain karena sebab di atas, yang sangat di sayangkan sinetron ini banyak mengisahkan tentang perseteruan beberapa geng motor. Hal ini di khawatirkan akan membangkitkan lagi banyak geng motor yang selama ini oleh pihak Kepolisian sudah susah payah untuk membubarkannya karena di nilai sangat meresahkan masyarakat. Di kota Surabaya sendiri, kasus terakhir geng motor adalah pengeroyokan yang mengakibatkan tewasnya seorang Disk Jokey (DJ) bernama Aditya Wahyu Budi Artanto.

Selain sinetron anak jalanan, sebelumnya terdapat sinetron 7 manusia harimau yang juga pernah mendapatkan teguran dari KPI. Adegan kekerasan dan perkelahian sinetron ini ternyata banyak di tonton oleh anak kecil, bahkan sampai terdapat korban meninggal.

Sebenarnya di tahun 90'an hingga awal tahun 2000 Indonesia sangat kaya akan sinetron buatan dalam negeri yang kaya akan unsur pendidikan, kasih sayang keluarga dan cinta negara. Sinetron tersebut adalah :
  1. Jendela Rumah Kita
  2. Si Doel Anak Sekolahan
  3. Rumah Masa Depan
  4. ACI (Aku Cinta Indonesia)
  5. Keluarga Cemara    
Inilah sebenarnya cerita-cerita yang menceritakan budaya Indonesia secara sebenarnya. pastinya akan sangat membantu para orang tua untuk mendidik anak melalui tontonan yang bermutu, dibandingkan dengan sinetron remaja sekarang yang penuh dengan unsur pacaran, pergaulan bebas, perkelahian dan kemewahan yang mendorong anak untuk bersikap materialistis. 
 
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

1 comments:

  1. Sebetulnyaa bukan masalah sinetron nyaa atau apa2nyaa cmn di indonesia ini banyak orng yg pinter berkomentar dri pda berkreasi...
    Harusnya kita harus menatap ke depan dan harus tau gmna pasar perfilman diindonesia ini...
    Kl pasar di perfilman kayak gini kenapa harus di stop kan lebih bagus soalnya sinetron kayak gini bikin ramai perfilman di indonesia...
    Bukan tergantung dengan perfilman luar negeri...
    Di indonesia makh serba repot...
    Dikit2 di tegur,dikit2 di salahin gakk ada pernah benernya...
    Yaa namanyaa negeri tercinta indonesi...!!!
    Pusing mikir negeri tercinta inii

    BalasHapus