Jalur Maut Jalan Kalianak Selalu Memakan Korban

kalianak-surabaya-rusak-parah

Jalur Maut Jalan Kalianak Selalu Memakan Korban

Swaraguna - Sudah lebih dari 8 tahun, tepatnya sejak tahun 2009 jalan Kalianak Kota Surabaya keadaannya sangat rusak parah. Jalan perbatasan antara Surabaya - Gresik ini seakan sudah tidak mampu lagi untuk di lewati kendaraan, apalagi kendaraan truk dengan tonase besar. Kerusakan jalan ini membentang mulai jembatan Kalianak hingga jalan Kalianak 60-66. Kerusakan ini akan lebih parah lagi jika terjadi genangan pada saat musim hujan seperti ini. Banyak lubang besar menganga yang siap memakan korban pengendara motor apabila si pengemudi kurang waspada dan tidak ber hati-hati.
Kerusakan terparah ada di depan gudang No. 51, Beberapa warga menyebut genangan parah di depan Gudang 51 adalah sebuah jalan kolam. Di sini, paling sering pengendara motor terjerembab lubang yang cukup dalam kurang lebih 1 meter. Karena penuh genangan air, sehingga pengendara tidak mengetahui jika jalan tersebut ada lubang yang dalam. Sehingga, banyak yang terjebak di sini dan berbahaya jika belakangnya ada trailer. 

Hampir setiap saat terdapat korban yang tewas akibat dari rusaknya infrastruktur jalan ini. Yang terbaru adalah korban meninggal akibat terperosok lubang dan terjatuh kemudian di lindas oleh truk, kejadian ini terjadi pada hari Senin (22/02/2016) lalu. Tidak berfungsinya saluran air di jl. Kalianak ini di duga sebagai pemicu dari jalan rusak ini, Ketika hujan tiba, air tidak dapat mengalir ke selokan dan mengakibatkan permukaan jalanan tergenang sehingga aspal-nya kian mengelupas.

Jalan Kalianak ini merupakan jalan nasional 1, yang artinya menjadi kewenangan dari Pemerintah Pusat. Sebenarnya warga di kawasan Kalianak ini sangat tanggap terhadap kerusakan jalan yang ada, namun sudah berkali-kali warga melaporkan kondisi jalan tersebut ke Dinas Pekerjaan Umum Jatim, namun tidak ada tanggapan yang berarti. Akibat dari akumulasi kemarahan warga, pada hari Senin warga Kalianak memblokade jalan , sehingga menimbulkan kemacetan yang luar biasa di kawasan tersebut. Namun blokade warga tersebut langsung di bubarkan pihak kepolisian dengan cara halus, yaitu jalan tetap di buka hanya untuk mobil pribadi, roda dua dan kendaraan umum.

Saat ini untuk mengurangi tingginya angka kecelakaan di kawasan kalianak, pihak Kepolisian telah mengatur jadwal kapan kendaraan bertonase besar bisa lewat. Saat ini truk trailer dilarang melintas pagi hari mulai pukul 06.00-09.00 WIB dan sore hari mulai pukul 16.00-19.00 WIB. Traffic cone karet juga disiapkan menjadi separator memisahkan dua ruas jalan.    

Foto lain :
Pengendara tewas di jalan Kalianak
   
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar