Walikota Surabaya Nobar Gerhana Matahari Di pantai Kenjeran Surabaya

Walikota Surabaya Nobar Gerhana Matahari Di pantai Kenjeran Surabaya

Walikota Surabaya Nobar Gerhana Matahari Di pantai Kenjeran Surabaya

Swaraguna - Antusisme masyarakat Indonesia pada umumnya dan warga Surabayapada khususnya sngat layak untuk di apresiasi. ketertarikan mereka pada fenomena alam berupa Gerhana Matahari sangatlah berbanding terbalik dengan apa yang pernah terjadi pada tahun 1983 silam, dimana pada jaman tersebut masih banyak masyarakat yang takut terhadap fenomena alam yang langka ini. Sehingga pada saat itu banyak warga yang malah bersembunyi di dalam rumah untuk menghindari akibat buruk dari Gerhana Matahari. 

BACA : Risma Buka Kembali Kawasan Dolly

Seperti halnya yang terjadi pada hari Rabu (09/03/2016) kemarin.  ribuan pegunjung tampak memadati tempat wisata Kenjeran Park, Surabaya untuk melihat gerhana matahari total yang merupakan siklus 30 tahunan. Tidak ketinggalan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga ikut nonton bareng (nobar).

Sejak pukul 05.30 Wib, ratusan sepeda motor dan mobil harus antre di pintu masuk tempat wisata Kenpark. Bahkan antrean kendaraan terpantau hingga puluhan meter. Risma yang duduk bersama warga Surabaya terlihat enjoy menikmati gerhana matahari meski di Surabaya hanya 83 persen. Wali Kota yang banyak mendapat penghargaan ini tampak tidak pernah lepas dari teropong modifikasi melihat proses matahari tertutup. Acara Nobar Walikota Surabaya ini di lakukan bersama Himpunan Pelajar Astronomi Surabaya.

Tepat pukul 07.25 Wib atau matahari tertutup total, Risma merasakan suhu udara yang sejuk dan angin semilir. "Howone adem yo. Angine semilir (suhunya dingin. Anginnya semilir)," ucap Risma sambil melepas teropong modifikasi pada warga. Sementara Ketua Organisasi Himpunan Pelajar Astronomi Surabaya, Muhammad Ilham Ramadan mengungkapkan matahari tertutup tepat pukul 07.25 Wib.

"Di Surabaya hanya 83,8 persen gerhana total yang terjadi tepat pukul 07.25 Wib," ujar Ilham.

Usai nonton bersama warga di Kenpark, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini langsung memerintahkan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) serta Kebun Binatang Surabaya (KBS) untuk mengecek apakah ada pengaruh atau perubahan pola satwa pasca gerhana. (Yanuar Yudha)
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar