Ospek Bukan Ajang Perploncoan

Ospek Bukan Ajang Perploncoan

Swaraguna - Sebentar lagi tahun ajaran baru segera di mulai, biasanya pada even tersebut terdapat kegiatan yang bernama orientasi studi dan pengenalan kampus (OSPEK). Kegiatan ini sejatinya sangat bersifat positif, yaitu mengenalkan kepada para junior siwa/siswi dan mahasiswa/mahasiswi tentang sekolah atau kampus yang akan mereka masuki nantinya. Biasanya pihak sekolah dan kampus selalu melibatkan para senior untuk melaksanakan program Ospek ini.

Namun dalam pelaksanaannya kadangkala terjadi kekerasan fisik oleh para senior kepada juniornya. Hal ini sudah berlangsung sejak lama, bahkan seperti bersifat turun - temurun. Dari tahun - ketahun kegiatan ini selalu menghasilkan korban luka fisik bahkan kematian bagi para juniornya. Selain kekerasan fisik, adakalanya para juniornya di suruh memakai atribut yang sangat aneh, seperti topi dari bola, kaos kaki yang berbeda warna bahkan pita warna - warni di rambutnya.

Pada tahun ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan bertekad untuk menghapus budaya yang sudah tidak relevan terhadap perkembangan jaman ini. Untuk itu, saat ini Kemendikbud meluncurkan nomor pengaduan bagi para pelajar maupun mahasiswa tentang praktek perploncoan ini. Nomor pengaduan ini berguna jika nanti ada siswa atau mahasiswa yang mengalami praktek kekerasan/bulliying dalam even Ospek. Nomor pengaduan resmi tersebut ialah 0811-976-929. Nantinya setiap laporan akan di tindaklanjuti dengan cepat dan ada konsekwensi hukum bagi pihak sekolah maupun para Senior jika nanti kedapatan melakukan tindak kekerasan.  
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar