Satu Keluarga menjadi Tumbal Jembatan Buntung Merr

Satu Keluarga menjadi Tumbal Jembatan Buntung Merr

Swaraguna - Lambannya penyelesaian Jalan Merr 2C Gunung Anyar yang menghubungkan kawasan Gunung Anyar Surabaya dan Pondok Chandra Sidoarjo telah memakan korban. Seperti di ketahui, bahwasannya kondisi jalan Merr 2 C saat ini masih terputus dengan ketinggian sekitar 3 Meter pada kawasan Sidoarjo. Pada area tersebut sangat minim rambu maupun barikade pengaman seperti portal ataupun paving stone yang bisa mencegah agar kendaraan tidak melewati jalur yang terputus tersebut.

Pada hari Selasa sekitar pukul 06.00 pagi, satu keluarga yang mengendarai mobil jenis Avanza terjun bebas dari jalan yang terputus tersebut. Hal ini di karenakan si pengemudi belum mengenal medan serta tidak melihat adanya tanda - tanda kalau jalan yang akan dia lalui terputus di tengah jalan. Akibatnya, sebanyak 8 penumpang mobil dengan nomor polisi L 1920 ini mengalami luka - luka.

Berdasarkan kronologis yang di ceritakan oleh salah satu kerabat dari korban, bahwa yang mengemudikan mobil avanza tersebut adalah kakaknya yang berasal dari Jakarta. Setelah turun dari Tol Waru - Juanda kakaknya langsung masuk ke jalan Merr 2C , namun karena belum mengetahui kondisi, serta tidak adanya rambu peringatan bahwa jembatan itu masih terputus , maka kakaknya langsung jatuh dari ketinggian meskipun sebelumnya sudah mencoba untuk melakukan pengereman. 

Berdasarkan pengamatan di lapangan, memang jalan tersebut saat ini terlihat mulus sekali sehingga bisa membuat orang langsung memacu mobilnya setelah keluar dari jalan Tol. Dengan jalan masuk yang menanjak, tentunya membuat pengemudi menambah tekanan gas agar mobil bisa naik. Hal ini tentunya cukup membahayakan apabila si pengemudi belum pernah melewati jalan tersebut.

Pelaksana Proyek Merr 2 C Gunung anyar ini adalah PPK Balai Besar V Metropolitan 1 Surabaya (Wilayah Gresik - Surabaya -Sidoarjo) yang merupakan lingkup Provinsi. Namun meskipun hal ini adalah kewenangan dari Provinsi, sebaiknya para pemerintah daerah setempat seperti Surabaya dan Sidoarjo juga bisa berpartisipasi dalam melakukan pengawasan, karena yang menjadi korban , sejatinya adalah warga mereka sendiri. Mohon kepada pihak yang berwenang untuk memperbanyak rambu ataupun pengaman terhadap jalan yang terputus tersebut, agar di kemudian hari kejadian ini tidak terulang lagi  
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

2 comments:

  1. Bisa lebih sopan kah bahasanya, jangan "tumbal" dong, korban gitu kek

    BalasHapus
  2. sekarang sudah dipasang pengaman agar tidak jatuh korban lagi

    BalasHapus