Perlukah Sistim Full Day School Di Terapkan Di Surabaya...?

Perlukah Sistim Full Day School Di Terapkan Di Surabaya...?


Swaraguna - Seperti kita ketahui bahwa Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru menjabat 13 hari sudah membuat gebrakan baru, yaitu akan menerapkan Sistim Full Day School di seluruh Indonesia. Menteri Muhadjir beranggapan bahwasaannya dengan sistim belajar sehari penuh , maka proses belajar dan mengajar akan jauh lebih efektif dan murid akan terhindar dari pengaruh buruk yang biasanya mereka dapat ketika bersekolah dengan jam sekolah biasa. Pengaruh buruk ini bisa dalam bentuk nongkrong di tempat yang tidak jelas, tawuran dan pengaruh buruk lainnya.

Keuntungan yang lain adalah, bahwa murid - murid akan aman di dalam lingkungan sekolah sampai sore hari, hal ini merupakan kesempatan yang baik apabila ke-dua orang tua murid bekerja mencari nafkah.

Sejatinya Sistim Full Day School ini bukanlah hal yang asing bagi sekolah, khususnya sekolah swasta. Kebanyakan sekolah swasta terutama sekolah muslim telah menerapkan sistim Full Day School sejak lama dan hal inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi orang tua murid yang menyekolahkan anaknya ke sekolah tersebut. 

Namun yang perlu di garis bawahi dalam pelaksanaan sistim Full Day School ini adalah kesiapan dari sarana dan prasaranan yang dimiliki oleh sekolah itu sendiri. Untuk penerapan sistim Full Day School ini tentunya bukan hanya menambah jam belajar murid, melainkan juga menambah jam belajar para pengajarnya. Selain itu sekolah juga harus memberikan program makan siang bagi murid - muridnya. 

Tentunya untuk melaksanakan sistim Full Day Scholl ini akan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Kota Surabaya sendiri memperhitungkan , apabila seluruh sekolah negeri menerapkan sistim Full Day School, akan memerlukan dana sebesar 8 Milyar lebih hanya untuk menyiapkan makan siang bagi seluruh siswa. Hal ini medupakan kewajiban dari Pemkot Surabaya, karena Surabaya telah berkomitmen meng-gratiskan biaya pendidikan bagi siswa SD hingga SMA.

Dengan biaya sebesar itu tentunya tidak semua kota/daerah sanggup melaksanakan sistim Full Day School. Selain biaya dan sarana di sekolah, infrastruktur di luar sekolah juga harus di perhatikan, mengingat saat ini di daerah - daerah  masih ada murid yang harus menempuh perjalanan selama 2 - 3 jam untuk pergi ke sekolah. Jika sistim ini di terapkan tentunya si murid akan terlalu malam untuk sampai ke rumah.

Meskipun masih terdapat pro dan kontra terhadap kebijakan sistim Full Day School ini, adalah hal yang wajar. Namun bisa di katakan ini adalah terobosan yang patut di laksanakan terlebih dahulu dengan mengambil sample dari beberapa sekolah dulu. Setelah bisa di katakan sukses, barulah program ini bisa di laksanakan secara nasional.      
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar