Pertura Gunung Anyar Bubar Lebih Cepat, Pemkot Borong Dagangan Warga

Pertura Gunung Anyar Bubar Lebih Cepat, Pemkot Borong Dagangan Warga

Swaraguna - Pelaksanaan Pertunjukan Rakyat (Pertura) yang ada di Kecamatan Gunung Anyar ternyata membuat warga yang datang kecewa. Hal ini di karenakan hiburan ludruk dan campursari yang rencananya akan berlangsung hingga malam hari ternyata di batalkan, bahkan menjelang Maghrib acara sudah di tutup. Hal ini tentunya membuat warga di sekitar lokasi merasa kecewa. "Saya sengaja datang setelah Maghrib, ternyata acara sudah bubar, padahal pada waktu rapat di Kecamata Gunung Anyar, telah di sepakati bahwa Hiburan berupa Kesenian Campursari dan Ludruk akan berlangsung sampai malam hari" Jelas Ketua RW 4 Kecamatan Gunung Anyar dengan raut muka yang kecewa.

Sejatinya, sebelum acara Pertura Gunung Anyar ini di gelar, telah di laksanakan 2 kali pertemuan antara Pihak Kominfo selaku penyelenggara dan Aparatur dari Kecamatan Gunung Anyar selaku tuan rumah. Turut hadir dalam pertemuan ini adalah KIM Swaraguna dan KIM GAT Media, serta ketua RW 4 yang lokasinya daerahnya menjadi ajang dari Pertura Gunung Anyar ini. Dalam pertemuan tersebut di sepakati bahwa Pertura Gunung Anyar akan berlangsung pada pukul 16.00wib hingga pada malam hari. Hal ini di karenakan banyak warga sekitar yang siang hari masih berada di tempat kerja. 

Pada kesempatan ini, KIM dari Swaraguna dan KIM dari GAT Media juga akan turut berperan dalam menyumbangkan hiburan Ludruk yang bertema " Call Center 112 ". 

Pada hari pelaksanaan, ternyata acara sudah di mulai pada pukul 15.00wib dan tenda - tenda pelayanan telah berdiri dan siap menerima warga sekitar. Namun belum banyak warga yang hadir, yang hadir pada saat itu hanyalah para aparatur dari Kecamatan Gunung Anyar. Acara di buka oleh Dewanto Kusumo Legowo, Camat Gunung Anyar, yang dalam sambutannya mengharap masyarakat memanfaatkan pelayanan dari SKPD yang disediakan. Ia menghimbau para RT dan RW untuk menghubungi warga agar dapat mendatangi Pertura dan memanfaatkan layanan yang ada.      

Lemahnya koordinasi antar instansi tampak pada saat menjelang Maghrib, yang tanpa di komando ternyata Grup Campursari yang ada di panggung langsung membubarkan diri, begitupun stand - stand pelayanan yang ada di lokasi. Hal ini tentunya menga-getkan semua warga yang datang, termasuk anggota KIM sendiri yang saat itu sudah siap - siap tampil untuk menghibur masyarakat. 

Kejadian ini juga membuat drh. Irvan Dani Ananda Ka. Bid. Sarana Komunikasi & Diseminasi Informasi selaku wakil dari Dinas Kominfo Kota Surabaya sedikit bersitegang dengan pelaksana di lapangan dan akhirnya beliau juga meminta maaf kepada Ketua RW 4 selaku tuan rumah.

Menurut pantauan dari Swaraguna, yang paling terkena dampak dari kekacauan ini adalah para pelaku bazaar UKM yang saat itu dagangannya belum begitu laku, karena acara telah usai lebih cepat daripada waktu yang telah di tentukan. Sebagai permintaan maaf Pemkot Surabaya ber-inisiatif dengan memborong semua dagangan warga. (Yanuar Yudha)    
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar