Rekayasa Lalu Lintas Parade Surabaya Juang 2016

Rekayasa Lalu Lintas Parade Surabaya Juang 2016



Swaraguna - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya telah menyiapkan pengalihan arus lalu lintas selama rangkaian Parade Surabaya Juang 2016 pada Minggu (6/11/2016) besok.

Irvan Wahyudrajad Plt Kepala Dishub Kota Surabaya mengimbau para pengguna jalan agar menghindari jalan di sekitar lokasi kegitan.

"Pengguna jalan agar menghindari kawasan sekitar lokasi kegiatan untuk menghindari kepadatan," kata Irvan.

Dishub, kata Irvan, telah menyiapkan beberapa skenario penutupan dan sekaligus buka tutup jalan sebagai upaya pengalihan arus lalu lintas.



Sementara bagi warga yang hendak menyaksikan parade, dia mengimbau agar menggunakan kendaraan umum.

"Untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan warga yang parkir di sekitar jalur berlangsungnya parade, yang menyebabkan kemacetan," ujarnya.
Parade Surabaya Juang tahun ini akan dimulai sejak pagi pukul 08.00 WIB. Parade ini akan diikuti sekitar 6000 peserta dengan mengandeng 300 komunitas dari seluruh Indonesa.

Adapun rute parade Parade Surabaya Juang ini, mulai dari Jalan Pahlawan ke Jalan Kramat Gantung, mengarah ke Gedung eks-Siola, Jalan Tunjungan, kemudian ke arah Jalan Gubernur Suryo, ke Jalan Panglima Sudirman menuju Jalan Urip Sumoharjo, lalu terus ke Jalan Raya Darmo.



Di perempatan besar Jalan Raya Darmo, peserta Parade akan berbelok ke kiri, Berhenti di Monumen Perjuangan Polri, Jalan Polisi Istimewa, lalu ke Sekolah Santa Maria, kemudian meneruskan perjalanan hingga akhirnya berhenti di Taman Bungkul.

Selama pelaksanaan kegiatan, sistem buka tutup akan berlaku di perempatan Jalan Pasar Besar, Jalan Pahlawan, Persimpangan Jalan Bubutan, Jalan Kebon Rojo, Bank Indonesia sisi barat - Persimpangan Jalan Bubutan, dan Jalan Tembaan (Stella Marris).

Sedangkan dari arah Jalan Basuki Rahmat yang mengarah ke Jalan Gubernur Suryo, petugas akan menutup total termasuk Jalan Simpang Dukuh yang mengarah ke Gubernur Suryo maupun Jalan Pemuda yang menuju ke Jalan Yos Sudarso.

Irvan menjelaskan, untuk simpang Jalan Genteng kali, Jalan Pahlawan, dan Jalan Praban, akan diberlakukan sistem buka tutup menyesuaikan kondisi lalu lintas. Sementara, untuk ruas Jalan Panglima Sudirman hanya satu jalur yang akan dibuka.



Sedangkan untuk warga yang biasa melintas di Jalan Simpang Dukuh akan diarahkan ke Jalan Genteng Kali, Jalan Undaan Kulon, dan Jalan Ngemplak.

"Sistem buka tutup juga berlaku di simpang Jalan Pandegiling - Jalan Urip Sumoharjo, menyesuaikan kondisi lalu lintas. Itu juga akan kami terapkan di simpang jalan Polisi Istimewa Jalan Urip Sumoharjo Jalan Raya Darmo," ujarnya
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar