SMU dan SMK Tidak lagi GRATIS

SMU dan SMK Tidak lagi GRATIS

Swaraguna - Pada awal tahun ini Gubernur Jawa Timur, Soekarwo telah menetapkan besaran Sumbangan Pendanaan Pendidikan (SPP) SMA/SMK melalui Surat Edaran (SE). Besaran SPP masing-masing daerah bervariasi sesuai dengan standar variabel penentu yang telah disusun oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Pak Gubernur sudah menetapkan, segera kita sebar pada setiap sekolah di Jawa Timur untuk dipahami dan diberlakukan. Sekolah tidak diperkenankan memungut biaya dengan alasan renovasi atau pembangunan karena itu sudah dianggarkan Pemprov,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Saiful Rahman usai pelantikan sebanyak 785 kepala sekolah SMA dan SMK se-Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo.
 
Ia menjelaskan meski telah ditetapkan, SPP masih bisa berubah namun tetap sesuai standar Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan gubernur. Saiful mencontohkan mencontohkan standar SPP SMA di Surabaya adalah Rp 135 ribu, bisa dibulatkan menjadi Rp 140 ribu sesuai dengan kebutuhan sekolahdan persetujuan komite sekolah. Bahkan SPP bisa diturunkan apabila sekolah merasa cukup dari anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang didapatkan dari Pemerintah Pusat.

Lebih lanjut, Saiful mengungkapkan dalam penentuan SPP pihaknya sudah menghitung kebutuhan dalam setahun. Misalnya SMAN di Surabaya, kebutuhan opersional dalam setahun mencapai Rp 3 juta per siswa. “Jika mendapatkan BOS sebesar Rp 1,4 juta setahun, maka kekurangannya mencapai Rp 1,6 juta. Dengan demikian, SPP ditarik Rp 135 ribu,” ujarnya.

Sementara untuk iuran SPP SMK, ia mengatakan, SMK keahlian atau teknik di Surabaya SPP-nya mencapai Rp 215 ribu per bulan. Besaran tersebut setelah memperhitungkan kebutuhan siswa teknik sampai Rp 4 juta, kemudian dikurangi dengan BOS Rp 1,4 juta sehingga ditemukan angka Rp 215 ribu per bulan.

”Kebutuhan SMK teknik biasanya lebih banyak untuk pembayaran listrik dan lain-lainnya. Biasanya pada saat praktik yang peralatanya menggunakan listrik, misalnya teknik elektro, mesin bubut, dan lainnya,” paparnya.

Saiful menyatakan untuk SPP SMK non teknik seperti bisnis dan managemen, yang diperkirakan anggarannya tidak sebesar SMK teknik. Maka besaran SPP lebih rendah yakni hanya Rp 175 ribu per bulan per siswa. (luk)
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar