Ada Korban Tewas Akibat Permainan Skip Challenge

Ada Korban Tewas Akibat Permainan Skip Challenge

Swaraguna - Akhir-akhir ini di media sosial seperti Instagram dan Youtube sedang di hebohkan oleh permainan yang di kenal dengan nama Skip Challenge. Tantangan #SkipChallenge ini disebut juga dengan nama Choking Game atau #PassoutChallenge. Cara bermainnya cukup mudah, yaitu dengan menekan dada sekeras-kerasnya selama beberapa detik dan menyebabkan pemain kekurangan oksigen, lalu jatuh pingsan.

Biasanya permainan Skip Challenge ini di mainkan oleh 2 sampai 3 orang. Satu orang bertugas menekan dada temannya. Satu orang menjaga tubuh temannya yang menjalani tantangan Skip Challenge agar tidak jatuh dan terakhir orang yang menjalani tantangan Skip Challenge.

Akibat dari tantangan Skip Challenge ini, korban akan tidak sadarkan diri selama beberapa menit. Hal ini di karenakan berkurangnya pasokan oksigen ke dalam otak. Lebih lanjut lagi, seperti di lansir oleh Irishexaminer.com, "Skip Challenge" dapat menyebabkan pingsan, hipoksia atau kondisi di mana seseorang kekurangan oksigen, kejang, kerusakan otak, hingga menyebabkan kematian. “Saat melakukan pass out challenge (skip challenge) orang tersebut sebenarnya tengah menirukan kondisi kekurangan napas. Mereka menghentikan otot dada bergerak, sehingga tidak ada oksigen yang mengalir ke otak,” jelas Dr.Nick Flynn, dokter dari Union Quay, Medical Center, Cork.

Lalu bagaimana jika otak kekurangan oksigen? Tak perlu menunggu waktu lama, kurang dari lima menit otak akan mengalami kerusakan. Di Amerika Serikat, pada tahun 2008 Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS telah mengeluarkan laporan tentang tren permainan "Skip Challenge" dan menjelaskan tentang berbagai bahaya yang bisa ditimbulkan oleh permainan tersebut.

Intinya permainan tantangan Skip Challenge ini hanya akan mengakibatkan kematian secara konyo dan dampak paling ringan adalah membuat anak menjadi bodoh karena terjadi kerusakan otak. bahkan di negara Amerika Serikat, telah terjadi korban tewas pada anak berusia 11 tahun akibat permainan "bodoh" ini. (Yanuar Yudha).  
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar