BPOM : Permen DOT Tidak mengandung Narkotika dan Sejenisnya

BPOM : Permen DOT Tidak mengandung Narkotika dan Sejenisnya

Swaraguna - Beberapa hari terakhir ini, kawasan Kota Surabaya dan sekitarnya di hebohkan dengan adanya berita yang mensinyalir adanya permen yang mengandung Narkotika. Dugaan ini di karenakan ada seorang siswa sekolah di daerah Ngagel Rejo yang mengalami pusing-pusing setelah mengkomsusmsi permen tersebut.

Permen yang di duga mengandung zat narkotika ini adalah Permen berbentuk Dot bayi dengan merk Permen Keras. Permen dengan kemasan dot ini isinya adalah serbuk berwarna putih. Untuk mengkomsumsi-nya plastik pembungkus serbuk putihnya di sobek dan di masukkan di dalam botol. Lalu anak-anak akan mengkomsumsinya. Harga permen dot ini terbilang cukup murah dan terjangkau bagi anak-anak, yaitu Rp 1000.

Permen Dot ini di impor dari negara China dengan kode ML (permen impor) dan memiliki kode ML 22 440 900 3077. Dengan kode tersebut sejatinya permen ini sudah mengantongi izin dari BPOM RI.  

Pemerintah Daerah Terlalu Bertindak Terburu-Buru

Sejak terjadi kasus anak sekolah yang menderita pusing setelah mengkomsumsi permen tersebut. Pemerintah Kota Surabaya langsung bertindak dengan mengadakan razia dan menyita sementara semua permen dot yang berhasil di temukan di toko-toko, terutama di area sekolah. Dalam proses penyitaan ini Pemkot Surabaya beralasan bahwa tindakannya hanya sebagai sosialisasi. Proses razia ini berlangsung semenjak hari Senin (6-03-2017). hasilnya sebanyak 340 permen dot berhasil di amankan.

Ketika di tanyakan mengapa terjadi penyitaan produk padahal seharusnya hanya sosialisasi saja...?. Satpol PP sebagai pelaksana di lapangan berkilah bahwa produk ini akan di sita untuk sementara sembari menunggu hasil pemeriksaan BPOM Kota Surabaya. Apabila nanti hasil pemeriksaan terbukti negatif, maka Satpol PP akan mengembalikan perment dot kembali ke pedagang.

Banyak yang menyayangkan ada razia ini , dikarenakan memang belum ada bukti kalau perman Dot tersebut mengandung Narkotika.

Dan ,Retno Kurpaningsih sebagai Pelaksana Tugas Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya mengatakan, hasil uji laboratorium atas permen keras bentuk dot yang dirazia Pemkot Surabaya beberapa waktu terakhir ini sudah muncul.

Hasilnya, uji kandungan narkotika, psikotropika, formalin dan rhodamin B, menunjukkan hasil negatif (sampel permen itu tidak mengandung narkotika, formalin dan rhodamin B).

Badan POM juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap isu-isu terkait Obat dan Makanan yang beredar melalui media sosial. Masyarakat harus menjadi konsumen cerdas dalam memilih produk Obat dan Makanan dengan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa).


Image Produk Sudah Buruk

Sejatinya ketika di lakukan razia, banyak pedagang kecil di toko-toko yang mengeluh. Hal ini karena pihak Satpol PP melakukan penyitaan tanpa di dasari pemeriksaan terlebih dahulu. Padahal di kemasan Permen Dot ini terang-terang sudah tercantum kode nomor dari BPOM RI. 

Yang di takutkan oleh pedagang kecil adalah image masyarakat yang sudah men-cap permen dot sebagai permen narkoba. Sehingga meskipun nantinya permen tersebut di kembalikan, sudah tidak laku lagi. Padahal para pedagang ini juga butuh modal yang tidak sedikit untuk melakukan pembelian. 

Untuk kedepannya pihak Pemkot di mohon lebih bijak lagi apabila akan melakukan razia terhadap barang-barang. pastikan terlebih dahulu kebenarannya baru di lakukan tindakan. (Yanuar Yudha)  
    
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar