Jalur Maut Di Kawasan Gunung Anyar

Swaraguna - Bagi anda yang tinggal di kecamatan Gunung Anyar, Rungkut dan Sekitarnya, pasti sering melewati Jalan Abdul Karim. Belum selesainya pengerjaan jalur Merr 2C Gunung Anyar yang tembus ke wilayah Sidoarjo, membuat Jalan Abdul karim ini selalu di padati oleh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Kepadatan ini biasanya terjadi pada saat jam kerja dan pulang kerja.

Bagi pengendara yang melewati Jalan Abdul Karim yang terletak di antara Toko Handphone Rambo Cell dan Alfa Mart harap lebih waspada lagi. Apalagi bagi anda yang baru pertama kali melewati jalur ini, harap lebih ekstra waspada lagi. Jalur sepanjang kurang lebih 100 meter ini sangat membahayakan pengemudi, terutama pengemudi motor. Oleh warga setempat, jalur ini du juluki jalur maut.

Kondisi jalan yang lebarnya sekitar 5 meter ini sebenarnya sudah sangat sempit/ngepres jika harus di lewati oleh 2 mobil yang berpapasan. Namun hal ini di perparah oleh banyaknya lubang-lubang yang ada di sekitarnya. Letak lubang ini merata hampir di sepanjang jalur antara Toko Hanphone Rambo Cell dan Alfa Mart.

Kondisi lubang yang ada sangatlah dalam, beberapa di antaranya hampir seukuran seperempat dari diameter roda motor. Jadi akan sangat membahayakan jika ada pengendara yang terjatuh. Apalagi jika turun hujan, maka lubang-lubang berbahaya ini tidak akan terlihat karena tertutup air. Kondisi ini sudah lebih dari 3 tahun lalu terjadi, namun tidak ada perbaikan yang berarti dari Pemkot Surabaya.

Saat ini di lapangan, sebagian dari lubang-lubang yang menganga di tutup oleh batu-batu besar oleh warga sekitar. Hal inilah yang akhirnya menambah titik kemacetan di wilayah Gunung Anyar. karena Hal ini di karenakan para pengendara mobil akan berjalan sangat pelan untuk menghindari lubang-lubang yang ada.

Ironisnya jalur maut Jalan Abdul Karim ini hanya berjarak kurang dari 300 meter, baik dari Kecamatan Gunung Anyar Surabaya maupun Kelurahan Rungkut Menanggal Surabaya. Rizki Rahmadianti warga Perumahan Rungkut Barata Surabaya sampai geram terhadap kondisi yang berlarut-larut ini. "Mestinya tanpa ada laporan warga, para pegawai Kecamatan dan Kelurahan sudah paham akan kondisi ini, lha wong biasane yo lewate yo dalanan kene" ujar Rizki.  (Yanuar Yudha)










Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar