Surabaya Di Hebohkan Berita Penculikan Anak

Surabaya Di Hebohkan Berita Penculikan Anak

Swaraguna - Beberapa minggu belakangan ini sangat marak sekali penyebaran berita tentang isu penculikan anak. Berita ini banyak tersebar melalui media sosial seperti Facebook dan Twitter. Bahkan saat ini sudah menjalar ke Broadcast Whatsapp dan Blackberry Mesengger. Salah satu broadcast yang pernah masuk ke gadget Swaraguna adalah sebagai berikut :

"Penculikan anak ini ternyata benar terjadi di Surabaya, Jawa Timur. Salah satu pelaku penculikan anak berhasil di tangkap dan di amankan di Polsek Tegalsari. Rame banget, banyak sekali yang menonton di Polsek Tegalsari tersebut

Pelaku ketangkap basah waktu sedang membawa anak yang pulang sekolah dalam keadaan yang sudah di bius, dan terus mau di gendong dengan memakai selendang.

Tapi ketahuan oleh masyarakat sekitar, lalu di teriakin, akhirnya ketangkap. Saat di geledah di pakaian pelaku, di temukan banyak obat bius.

Mohon informasi ini di sebar luaskan, khususnya di area Indonesia dan sekitarnya. hati-hati soalnya kasus ini ada jaringannya. Pelakunya lebih dari satu dan merekadi sebar di setiap lokasi yang berbeda buat cari mangsa anak kecil.

Sudah ada korban yang meninggal anak kecil. Organ-organnya sudah ada yang di ambil seperti mata, jantung dan ginjal.

Nara sumber : di Polsek Tegalsari dan di tempat kejadian" 

Namun setelah Swaraguna melakukan croscek ke Polsek Tegalsari melalui telephon, staff yang bertugas memastikan bahwa berita itu tidak benar alias Hoax.

Sebaran berita HOAX mengenai penculikan anak ini jelas sudah meresahkan masyarakat. Apalagi sekarang hampir semua lapisan masyarakat sudah mempunyai gadget dan memiliki palng tidak satu buah account media sosial. Begitu mereka menerima berita penculikan anak ini, mereka lebih mudah untuk meneruskannya kembali ke orang lain.

Menurut penelusuran yang di lakukan oleh Swaraguna, pada tahun 2012 silam, isu penculikan anak ini pernah muncul. isu ini sangat meresahkan masyarakat kala itu. Bahkan di kota Kediri 5 orang tidak bersalah  tewas akibat di hakimi oleh massa yang terpancing berita HOAX tersebut.

Pada saat ini yang menjadi korban adalah orang gila dan orang yang tidak di kenal. Banyak kasus di daerah yang menyebutkan telah terjadi kekerasan terhadap orang gila karena di sangka sebagai pelaku penculik anak. Tidak hanya orang gila, bahkan seorang tidak di kenal yang ingin tanya alamat sempat akan di gebuki massa karena di anggap akan menculik anak.

Untuk menjaga hal yang tidak di inginkan, waspadalah terlebih dahulu apabila telah menerima informasi. Apalagi sekarang telah terbit UU ITE yang akan menjerat seseorang yang menyebarkan berita HOAX. 

Berikut beberapa tindakan yang bisa kita lakukan, agar kita terbebas dari korban berita HOAX :
1. Waspada dengan gambar menyeramkan
Selain tulisan yang paling mengena dan nancap di pikiran adalah gambar. Hati-hati ketika melihat gambar yang terlalu menyeramkan dan bombastis. Kadang itu bukan dari kejadian yang sebenarnya.
2. Jangan Terburu Share
Di era sosial media seperti ini orang cenderung ingin jadi sumber pertama yang menyebarkan berita 'penting' dan ini yang membuat kita jadi tanpa pikir panjang langsung mem-forward berita yang kita dapat. Tunggu sebentar. Cek  sosial media yang lain yang terpercaya, baru kita sharing berita yang kita tahu dengan orang lain.  
3. Baca Secara seksama
Sering berita HOAX itu panjang dan bertele-tele tapi punya judul yang bombastis. Kebiasaan kita adalah hanya membaca selintas dan baca judul aja lalu kita sebarkan. Berkaitan dengan kondisi  seperti sekarang ini, sebaiknya baca pelan-pelan berita itu.
4Gunakan logika
Tujuan dari berita HOAX adalah menyebarkan rasa takut. Ketika sedang mengalami rasa takut dan cemas, biasanya logika suka enggak jalan. (Yanuar Yudha)

Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar