Berburu Nikmatnya Kue Tak'jil Di Kampung Kue

Berburu Nikmatnya Kue Tak'jil Di Kampung Kue

Swaraguna - Pada bulan Puasa seperti saat ini seringkali muncul penjual kue kecil di tepi jalan yang menjajakan dagangannya pada sore hari. Biasanya mereka menjajakan kue tersebut untuk menyediakan tak'jil bagi para umat muslim yang sedang melaksanakan puasa. Kue kecil ini sangat beragam macamnya, seperti pukis, bikang, nogosari, pastel dan lain sebagainya. Harganya pun juga tidak terlalu mahal. Para pedagang menjualnya dengan harga rata-rata Rp 2.000 hingga Rp 2.500. Namun tahukah anda darimana semua kue ini berasal...?. Tarnyata sebagian dari kue-kue kecil ini adalah produksi dari Kampung Kue Surabaya yang terletak di Kecamatan Rungkut Kota Surabaya. 

Lokasi dari Kampung Kue Surabaya ini sangatlah mudah untuk di kenali. Kampung ini terletak di Jalan Rungkut Lor gang II. Surabaya. Ciri khususnya ada pada gapura ketika kita masuk ke gang kampung Kue Surabaya tersebut. Gapura ini berwarna putih-biru dengan tulisan Kampung Kue Surabaya. Pada bagian bawah terdapat logo dari perusahaan tepung terbesar di tanah air, yaitu PT. Bogasari.

Seperti gang-gang pada umumnya, gang di Kampung Kue Surabaya ini terdiri dari rumah dengan ukuran kecil dan sedang. Selain rumah, terdapat pula kost-kost-an yang menampung warga pendatang. Sebagian kecil dari warga Kampung Kue ini memanglah pekerja pabrik yang ada di kawasan SIER Surabaya.

Pada siang hari, suasana gang di kampung Kue Surabaya ini sama halnya dengan kampung-kampung yang lainnya. Lalu-lalang kendaraan roda dua dan anak kecil yang bermain berlarian tampak menghiasi suasana siang. Namun pemandangan ini akan berubah pada dini hari. Di saat hampir semua warga Surabaya masih tertidur lelap, di kampung ini denyut kehidupan telah berlangsung dengan penuh semangat. Swaraguna yang saat itu di antar berkeliling oleh Choirul Mahpuduah (Mbak Irul) selaku koordinator dari para pedagang ini sangat takjub dengan pemandangan yang ada.

Dari beberapa rumah yang kami singgahi nampak suami dan istri saling bekerja sama untuk menyelesaikan pembuatan kue. Mereka sudah bergelut dengan tepung dan minyak goreng padahal waktu masih menunjukkan pukul 02.15 wib. Banyak juga tumpukan kue yang sudah terbungkus rapi. Dari penampakannya saja sudah terlihat kalau kue tersebut sangat lezat dan sangat menggugah selera. Sungguh sebuah pemandangan yang sangat luar biasa.   

Dari beberapa lokasi yang kami datangi, Swaraguna juga mendapatkan beberapa aneka kue untuk di coba dan di bawa pulang. (Rejeki anak sholeh..hehehe). Ternyata benar, rasa kue ini sangat legit dan nikmat. Yang unik adalah, setiap pengrajin kue ini hanya memproduksi satu jenis kue saja. Jadi antara pengrajin kue yang satu dengan yang lainnya tidak ada yang membuat kue dengan jenis yang sama. Seperti Bu Arief yang hanya membuat kue donat, sedangkan di sebelah tempat kost-nya yaitu Ibu Nurul hanya membuat kue bikang. " Lumayan mas hasilnya bisa buat bayar anak sekolah" jelas Ibu Nurul. Pada saat puasa seperti ini, Ibu Nurul mengaku kalau produksinya hampir 2 kali lipat dari bulan biasanya.  

Setelah Sholat Subuh, beberapa motor terlihat mulai berdatangan. Motor ini telah di modifikasi dengan gerobak di belakanya. Rupanya mereka para pengepul bagi pengrajin kue  yang ada di Kampung Kue Surabaya ini. Dari para pengepul inilah aneka kue produksi dari warga Kampung Kue ini menyebar ke seluruh pelosok Kota Surabaya.

Bapak Tohir salah satu pengepul menjelaskan bahwa kue-kuenya ini akan di bawanya ke pasar kembang Surabaya. Selain Pasar Kembang, banyak kue ini yang di lempar ke Pasar Blauran dan Pasar Atom Surabaya. (Yanuar Yudha)
Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar