Kementrian Kominfo : Baru Nemu KIM Seperti Ini...

Swaraguna - Pada siang hari sekitar pukul 11.00wib, Gedung Sentra Ikan Bulak (SIB) Kota Surabaya terlihat ramai. Hal ini di karenaka terdapat kegiatan kunjungan dari K1M Malaysia ke KIM Kota Surabaya. Delegasi K1M di wakili oleh Ketua Penerangan Keluang - Johor, Malaysia, Datuk Abdul Razaq Muhammad didampingi Ridwan Shaleh, Muhammad Azizi, dan Latif Abu Hasan. Untuk perwakilan dari Kementrian Kominfo di wakili oleh Direktur Layanan Informasi International Selamatta Sembiring. Sedangkan dari Kota Surabaya sendiri di wakili oleh KIM Swaraguna, KIM New Jambangan Hijau, KIM Mojo dan KIM Bahari Sukolilo Baru.

Dalam kesempatan ini paparan KIM Kota Surabaya di presentasikan oleh Rizki Rahmadianti yang merupakan ketua dari KIM Swaraguna. Dari paparan selama kurang lebih 15 menit tersebut rupanya ada satu hal yang menjadi pertanyaan dari semua yang hadir di lokasi ruang rapat SIB ini. Pertanyaan yang muncul adalah, bagaimana KIM Kota Surabaya bisa berjalan tanpa adanya kucuran dana dari Pemerintah Daerah..?. Hal ini sangat berbeda dengan K1M yang ada di Malaysia, mereka setiap tahunnya mendapatkan kucuran dana dari Kerajaan untuk melaksanakan kegiatannya.

Hal ini seperti yang di tanyakan oleh  Datuk Abdul Razaq Muhammad, "Macem mana KIM di Surabaya bisa berjalan tanpa ada pemberian dana dari pemerintah". Hal ini juga di tanyakan oleh Ridwan Shaleh,"Bagaimana menumbuhkan rasa keiklasan di diri anggota KIM..?.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya bukan pertama kalinya di tanyakan kepada anggota KIM Kota Surabaya. Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur juga kerap menanyakan pertanyaan ini sebelumnya. Mereka juga menanyakan bagaimana KIM Kota Surabaya bisa menjalin kerjasama yang cukup harmonis dengan Pemerintah Kotanya.

Pertanyaan itu kemudian di jawab dengan cukup mudah oleh Rizki Rahmadianti, menurutnya, sejak awal para anggota KIM ini sudah memiliki jiwa-jiwa relawan. Beberapa di antara mereka berangkat melalui organisasi relawan yang ada di Kota Surabaya. Misalkan Bony yang berangkat dari organisasi PSM (Pekerja Sosial Masyarakat), Aminullah yang merupakan God Father-nya Karang Taruna Kelurahan Mojo. Para anggota KIM sadar sepenuhnya bahwa mereka tidak akan mendapatkan kucuran dana dari pemerintah, bahkan seringkali keluar dana dari kantong sendiri untuk membiayai organisasi.

Lantas apakah anggota KIM ini tidak rugi kalau begini terus..?. Bagi kami tentunya tidak ada kata untung atau rugi, karena ini buka dagang. Bagi kami ini adalah sumbangsih kami untuk Kota Surabaya. Di sinilah kami berkarya mengolah informasi untuk kemudia membagikannya ke warga Kota Surabaya melalui Fanpage facebook KabarKotaSurabaya, Kabarsurabaya.org dan banyak media-media KIM yang lain. 

Apa yang kami lakukan ini rupanya tidak bertepuk sebelah tangan. Respon masyarakat terhadap Kabar Surabaya ternyata sangat luar biasa. Media ini menjadi jujukan warga Surabaya untuk mendapatkan informasi seputar Kota Pahlawan ini. bahkan banyak masyarakat yang menganggap media ini adalah media resmi dari Pemkot Surabaya. Inilah yang kemudian membuat kami sepakat menyematkan nama "Relawan Informasi" sebagai wadah kami.

Bagaimana menjaga hubungan yang harmonis dengan Pemerintah Daerah..?. Di Kota Surabaya kami cukup beruntung dapat berpatner dengan rekan-rekan Dinas Kominfo dengan harmonis, Pada awalnya hal ini tidak mudah, butuh waktu sekitar dua tahun bagi kami hingga akhirnya kami berhasil menyatukan visi. Selaian itu kami juga berhasil meruntuhkan sekat-sekat birokrasi yang ada. Sehingga hubungan yang ada adalah hubungan antar teman, bukan lagi hubungan antara warga dan pemerintah.

Hal ini rupanya juga menarik perhatian dari pihak Kementrian Kominfo sendiri. Selamatta Sembiring mengungkapkan bahwa selama ini beliau menemukan 3 macam KIM. Yang pertama adalah KIM yang tinggal papan nama saja karena sudah tidak aktif lagi, KIM yang mempunyai usaha menjual produk untuk membiayai organisasinya (kalau menurut saya sih, ini masih bentuk KIM lama yang tidak beda dengan UKM) dan yang terbaru adalah KIM yang bersifat RELAWAN, dalam hal ini Relawan Informasi. "Ini yang unik, dimana KIM Surabaya ini bisa mengolah informasi untuk mendapatkan income dari pemasangan iklan" tutur Salamatta Sembiring kepada salah satu delegasi Malaysia. Bagi kami sendiri income ini adalah bonus, sedangkan kinerja kami adalah bagaimana menyerap, mengolah dan membagikan informasi yang bermanfaat kepada masyarakat. (Yanuar Yudha)







     



Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar