Bandeng Tandu AW, Santapan Bandeng Lezat Tanpa Duri

Bandeng Tandu AW, Santapan Bandeng Lezat Tanpa Duri

Swaraguna – Kota Surabaya di kenal mempunyai kawasan pesisir yang memiliki potensi lokal luar biasa. Potensi pesisir ini terbagi menjadi 2, yaitu potensi alam dan potensi kuliner. Potensi alam ini bisa kita jumpai di kawasan timur Kota Surabaya yang terkenal dengan alam mangrovenya dan kawasan utara dengan pantai Kenjerannya. Untuk potensi kulinernya bisa kita jumpai di kawasan timur, utara serta kawasan barat. Kawasan–kawasan ini di kenal mempunyai area tambak ikan yang cukup banyak. Kebanyakan jenis ikan yang di pelihara adalah ikan bandeng. Ikan bandeng sendiri adalah jenis ikan yang hidup di air payau, yaitu gabungan antara air tawar dan air laut.

Olahan ikan bandeng di kenal mempunyai rasa yang amat gurih. Ikan ini bisa di olah dengan cara di pepes, di buat otak-otak, di bakar, di presto maupun di goreng. Namun ada satu yang tidak di sukai orang dari olahan ikan bandeng ini. Bukan rasanya, namun banyakya duri halus yang ada di dalam tubuh bandeng tersebut. Ikan bandeng memang di kenal mempunyai duri-duri halus yang rawan membuat orang tersedak bila menelan durinya. Namun di tangan seorang yang kreatif Ikan bandeng ini bisa di santap tanpa ada duri di dalamnya. Inilah yang kemudia di kenal dengan nama bandeng tanpa duri.

Salah satu tangan kreatif yang bisa mengolah ikan bandeng menjadi olahan makanan yang sangat lezat adalah Dwi Retnowati. Perempuan paruh baya yang masih cukup energik ini mampu mengolah ikan bandeng mentah menjadi bandeng pepes, bandeng otak-otak, bandeng presto, bandeng sapit dan abon bandeng. Tentunya bandeng – bandeng ini di olah tanpa duri. 

Dwi Retnowati menjamin bahwa ikan bandeng olahannya ini bebas dari MSG dan ikan segar. Ikan–ikan ini di ambil langsung dari tambak ikan yang ada di kawasan Gunung Anyar Kota Surabaya. Demi menjamin kepuasan dari pelanggannya, Dwi Retnowati benar-benar memperhatikan aspek kesehatan dan kebersihan dapur pengolahannya. Saat ini warga dari Perumahan Rungkut Mapan Surabaya ini telah mempunyai dapur pengolahan yang berbeda ruangan dengan dapur sehari-hari. ” Pemisahan dapur ini demi menjamin kebersihan dan kesehatan yang telah di syaratkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur” jelas Dwi Retnowati.

Bandeng olahan dari Dwi Retnowati ini di beri label Bandeng Tandu AW. Untuk pemasaran, Dwi Retnowati mengaku telah melayani kawasan Kota Surabaya dan sekitarnya. Bahkan jika bulan puasa seperti ini pesanan olahan bandengnya banyak di pesan oleh warga Kota Surabaya untuk di bawa mudik ke kampung halamannya masing-masing.

Keistimewaan yang menjadi andalan khas dari Bandeng Tandu AW ini adalah penempatan daun kemangi yang cukup banyak pada olahan bandengnya, terutama untuk bandeng pepes. ” Ini adalah ciri khas dari olahan bandeng saya” jelas Dwi Retnowati kepada Kabar Surabaya di kediamannya. Kabar Surabaya yang sempat di undang untuk melihat pengolahan Bandeng Tandu AW ini benar-benar melihat sendiri bagaimana pengolahan ikan mulai dari ikan mentah hingga menjadi sajian yang istimewa.

Bandeng Tandu AW ini di jual oleh Dwi Retnowati dengan harga Rp 30.000 perekor. ” Harga ini sama untuk semua olahan bandengnya” jelasnya. Bagi anda yang ingin menikmati sedapnya bandeng tanpa duri buatan Dwi Retnowati ini, anda bisa datang langsung ke Perumahan Rungkut Permai XI/F-7, Kecamatan Gunung Anyar, Kelurahan Rungkut Tengah, Kota Surabaya atau bisa telephon di 0818519524. 

Jadi inget kata Menteri Perikanan Dan Kelautan Ibu Susi Pudjiastuti, bahwa tingkat komsusmsi ikan masyarakat Indonesia masih terbilang rendah. Padahal ikan adalah sumber dari omega 3 yang kaya akan vitamin bagi otak. Dengan gemar makan ikan makan di harapkan generasi muda Indonesia akan lebih pintar dan cerdas. Oleh karena itu Ibu Susi selalu menegaskan agar masyarakat Indonesia gemar makan ikan. ” Tidak makan ikan..Saya tenggelamkan..!!!”. (Yanuar Yudha)


Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar