Tuyul Kecil Cikal Bakal Boneka Adat Nusantara

Tuyul Kecil Cikal Bakal Boneka Adat Nusantara

Swaraguna – Sebagaimana kita ketahui semua, bahwasannya melalui tangan dingin Walikota Surabaya – Tri Rismaharini, saat ini Kota Surabaya tumbuh cantik menjadi kota yang menarik untuk di singgahi. Dahulu mungkin Kota Surabaya hanya menjadi kota persinggahan bila akan ke Bandara Juanda ataupun ke pelabuhan Tanjung Perak. Namun sekarang dengan segala fasilitas umum dan perkembangan kota yang sangat bermartabat serta memanusiakan warganya, Kota Surabaya mempunyai kemampuan untuk bersolek. Saat ini di Kota Pahlawan telah tumbuh berbagai macam tempat wisata baru, seperti Surabaya Night Carnival, Surabaya North Quay, Jembatan Warna Warni Surabaya, berbagai taman kota dan tempat wisata lainnya. Namun di balik itu semua, ternyata ada yang kurang…apa itu… suvenir khas Kota Surabaya !!!.

Dengan berbagai macam tempat wisata yang ada, bahkan beberapa bisa di nikmati secara gratis, tentunya Kota Surabaya akan kebanjiran pengunjung dari luar daerah. Lihat saja di taman Kota yang cukup tersohor, yaitu Taman Bungkul Surabaya. Lokasi ini hampir setiap hari selalu di datangi oleh warga luar kota yang hanya ingin sekedar selfie di depan tulisannya. Namun sayangnya di lokasi ini tidak ada tempat yang menjual oleh-oleh khas Kota Surabaya. Bukan hanya di lokasi ini saja, banyak lokasi juga jarang di jumpai penjual suvenir khas Kota Surabaya.

Oleh karena itulah, kemudian Ibu Sukma Trilaksasih berusaha menciptakan suvenir yang benar-benar khas Kota Surabaya. Ibu Sukma saat itu berpikir keras apa yang bisa di jual sebagai oleh-oleh untuk para turis yang singgah di Kota Surabaya. “Produk yang saya hasilkan nanti harus punya identitas Kota Surabaya ini” jelas Sukma kepada Swaraguna di kediamannya. Akhirnya tercetuslah ide untuk menggarap Boneka Adat Nusantara. Ibu Sukma mendapatkan ide membuat Boneka Adat Nusantara ini dari boneka cucunya yang telah usang. Boneka tersebut berpakaian khas negara Belanda, dengan ukuran 30 cm. Dari situlah akhirnya ibu yang tinggal di kawasan perumahan Rungkut Permai Surabaya ini mulai berkreasi dengan bonekanya.

Ibu Sukma Trilaksasih sengaja memilih boneka dengan ukuran kecil, karena memang tujuannya sebagai suvenir. Untuk bahan dasarnya sediri beliau sengaja mengimpor boneka dalam keadaan tidak berpakaian dari negara China. Ketika Kabar Surabaya menanyakan mengapa harus impor dari negara tirai bambu, Ibu Sukma menjelaskan bahwa dia berusaha mementingkan kwalitas. “Kalau lokal kebanyakan terbuat dari plastik, jadi kurang bagus untuk di bentuk” jelasnya. Sedangkan kalau dari negara China boneka tersebut terbuat dari karet, sehingga mudah untuk di bentuk.

Boneka-boneka yang datangkan dari negera China tersebut kebanyakan berukuran mini, setinggi 6cm hingga 7cm. “Kalau masih bentuk awal gini, saya menamakan boneka ini dengan nama Tuyul mas” katanya sambil terkekeh. Setelah datang boneka tersebut kemudian di rias untuk menjadi boneka pria atau boneka wanita. Setelah itu Ibu Sukma langsung membuatkan pakaian sesuai dengan pakaian adat yang di inginkan. Untuk pakaian adat dari Kota Surabaya ini Ibu Sukma Trilaksasih biasanya membuatkan pakaian Cak dan Ning serta pakaian penari Remo.

Kreasi dari Ibu Sukma Trilaksasih ini kebanyakan berbentuk pajangan meja yang berbektuk sepasang boneka adat laki dan perempuan yang di tempatkan pada kaca akrilik. Kotak akrilik di pilih agar boneka tersebut tahan lama dan tidak mudah kotor. Selain boneka pajangan ada pula bentuk berupa gantungan kunci yang berukuran mini.

Ibu Sukma Trilaksasi mengakui bahwa penjualannya banyak di pesan oleh instansi-ianstansi terkait. Mulai dari kantor pemerintah hingga kantor swasta. Walikota Surabaya Tri Rismaharini adalah pelanggan tetapnya yang selalu memesan boneka adat tari Remo untuk dia berikan kepada tamu yang berkunjung ke Balai Kota Surabaya. Selain Kota Surabaya pesanan dari kota lain juga banyak dia dapati. Seperti terakhir ada pesanan sebanyak 600 boneka adat untuk suvenir pernikahan dari pejabat di pulau Sulawesi. Selain dari Indonesia pesanan dari luar negeri kerap pula beliau dapati. “Terakhir pesanan dari Sydney masuk mas” jelasnya.

Bagi Ibu Sukma Trilaksasih, usahanya membuat boneka adat nusantara ini lebih dari sekedar bisnis. Melainkan lebih ke peran beliau untuk menjaga kelestarian budaya bangsa. (Yanuar Yudhatama)




Share on Google Plus

About Kabar Surabaya

0 comments:

Posting Komentar